Perlahan Mencair

1812 Kata

Malam kembali tiba, dan Ervan baru selesai dari tugasnya tepat pada pukul sembilan malam. Kini langkahnya begitu tergesa menuju ruangan kerjanya, di mana gadisnya masih setia berada di sana. Tak sebanyak awal, Gunta, Celin dan Mbak Nisa sudah lebih dulu menyampaikan izin untuk pergi dari sana, kembali ke kantor melanjutkan pekerjaan yang memang sengaja mereka tunda. Serta Zaki dan Dokter Reza yang masih menjalankan tugas. Ceklek! Pintu terbuka, menampakkan sosok Ervan dengan raut lelahnya berjalan lesuh pada Reva dan Melin yang sedang asik memakan cemilan. Tak hanya Ervan, Baza yang sedari siang mengekori Ervan ke mana-mana, pun ikut masuk ke dalam sana. Kedua gadis itu menoleh, dengan alis terangkat. Heran dengan kondisi wajah Ervan yang kini menunjukkan suatu ekspresi. Jarang sekali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN