"Aku nginep di rumah Kak Melin malam ini," ucap Reva kala mereka sampai di lantai dasar setelah keluar dari lift. Ervan segera menoleh, menaikkan sebelah alisnya. Tampak sekali bahwa pria itu tidak setuju dengan pernyataan itu. Bukan apa-apa, Reva tidak ada mengatakan apa-apa padanya sebelum ini, dan kenapa tiba-tiba ingin menginap di rumah Melin? Apa Melin ingin kembali menginvasi gadisnya? Wah, tidak bisa! Ini tidak bisa dibiarkan! "Ngapain? Kok nggak ada bilang sebelumnya?" tanyanya dengan nada curiga. Meski tatapannya hanya mengarah pada Reva, tapi Reva masih bisa menangkap bagaimana Ervan memberi pelototan pada orang-orang yang menatapnya. Hah ... entahlah, entah apa yang salah dengan pemuda ini selama dia tak ada. "Kak Melin baru bilang barusan. Lagian emang kenapa sih? Aku 'kan

