Ketakutan Ervan

1697 Kata

Tangis Reva sedikit mereda, dan Ervan dengan segera mengurai pelukannya untuk dapat mengusap air mata gadis itu. Mata Reva masih memerah, bahkan kedua tangan Reva menggenggam erat baju Ervan seolah berbicara pada pria itu lewat tatapannya. "Kenapa? Kamu harusnya seneng, 'kan?" ucap Ervan lembut menangkup wajah Reva yang sungguh cocok dibingkai oleh telapak tangannya. Wajah Reva kembali memasang raut sedih, siap menumpahkan lagi bening liquid di mata indah itu. Dia hanya diam, menatap Ervan dalam. Dan yang Ervan lakukan? Apalagi kalau bukan kembali membawa gadis cantik itu untuk masuk ke dalam pelukannya. Sungguh, jika keadaannya bukan seperti ini, dia akan dengan tegas menyuruh Reva untuk berhenti menangis. Dia sungguh tak suka melihat air mata di gadis itu. Sangat tidak suka. Tapi apa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN