Tepat pukul tujuh pagi, di mana sarapan bersama sedang berlangsung, obrolan yang tertunda tadi malam pun kembali disambung, masih ada ucapan selamat pun ucapan tak menyangka dengan kenyataan yang baru saja mereka ketahui malam tadi. Dan di saat itulah Ervan berdiri dari duduknya menatap jam mahal dipergelangan tangannya. "Aku harus ke kantor. Ada rapat jam delapan nanti," katanya waktu itu. Rentetan kalimat, di mana awal mulanya perdebatan Reva dan Ervan saat ini. Sudah hampir berjalan tiga puluh menit, dan tak ada yang menegur mereka sama sekali. Ah, bukannya tidak ada, Ara sudah menengahi sebenarnya, namun ya begitu, kedua insan itu mengabaikan membuat Ara pasrah dan ikut menonton saja seperti yang lainnya. "Ya nggak bisa gitu dong, kamu 'kan udah tinggal sama aku, kenapa jadinya haru

