“Gue pikir, lo nggak pernah ngerasain apa yang namanya bimbang,” ucap Zack, berjalan lurus ke depan, tepat pada sosok Reva yang setia berdiri di depan kolam berenang sana, tanpa menoleh sedikitpun pada Zack. Dia tak terlalu mempedulikan Zack yang kini ikut berdiri di sampingnya, menyimpan kedua tangannya pada saku celana, menatap bagaimana sang surya kini perlahan muncul dari tempat persembunyiannya. “Aku kadang pengen tau, gimana caranya jadi matahari yang kayaknya nggak pernah capek buat pindah sana sini buat kasih sinar kehidupan sama manusia,” ujar Reva, membuat Zack perlahan timbulkan senyum tipis diwajahnya. Masih fokus pada pemandangan indah di depan sana. Pun Reva yang masih setia menutup mata dengan kedua tangan yang dia lipat di d**a. “Lo segitu mau taunya, biar apa? Biar bisa

