Esha meremas lengan Willy yang mana tangan pria itu menahan pinggangnya. Wanita itu masih memejamkan matanya hingga tiba-tiba dia melihat sesuatu saat matanya terpejam. "Mas Juna," seru Esha sambil membuka matanya kembali dan saat ia melihat Willy di depannya, dia segera mendorong pria itu hingga pelukannya terlepas. Esha susah payah menelan paksa salivanya, lalu menatap bingung pada Willy yang tengah mengerutkan keningnya dan menatap heran padanya. "Ma-maaf," ucap Esha. "Sha," lirih Willy kecewa. "kau masih memikirkan pria yang tak peduli padamu? Dan Arshaka?" Esha pun menggeleng, lalu ia menatap pada Willy. "Demammu sudah turun, sebaiknya kau pulang," ujar Esha. Lalu Esha pun pergi meninggalkan Willy, wanita itu mengurungkan niatnya memasak dan kembali masuk ke kamarnya meninggal

