"Aku mau menikah," ujar Winda pada mami Ros, papi Pandu dan juga Arjuna di kamar mami Ros. "Winda," tegur Arjuna. "Ck," Winda berdecak. Lalu wanita itu menunjukan jari manis sebelah kirinya pada semua orang membuat 3 orang yang ada di kamar itu heran. "Kemarin, Zayn melamarku, aku menerimanya," ujar Winda membuat semua orang merasa lega. "Kau membuat mami khawatir Winda," ujar mami Ros. "Tapi aku menyesal menerima lamaran Zayn," ujar Winda membuat ke tiga orang itu bingung kembali. "Kak Juna akan jadi pewaris hampir 60 persen kekayaan papi Pandu," ujar Winda tiba-tiba. "akan sangat menguntungkanku kalau bisa jadi istrinya." "Winda!" bentak Arjuna, namun mami Ros menahan tangannya. "Winda, tak baik mempermainkan lamaran orang lain," tegur mami Ros. Winda pun menggeleng. "Aku

