Arjuna yang sedang membaca buku di kamar, tiba-tiba seperti mendengar suara pintu apartemennya terbuka. "Bukankah mami ke Bali, Winda juga ke Bogor, siapa?" gumam Arjuna. Kemudian, Arjuna meletakan buku di tangannya, ia pun dengan susah payah meraih kursi roda di sisi ranjangnya, ia buka selimutnya lalu dia berusaha berpindah duduk dari ranjang ke kursi rodanya. "Assalamualaikum, Mas." Arjuna pun membulatkan matanya saat ia mendengar suara yang cukup ia kenal, namun ia tak yakin jika itu benar-benar suaranya. "Tidak mungkin itu Amanda, bukan?" gumam Arjuna. Antara senang dan panik bercampur jadi satu. Senang karena dia akan bertemu dengan istrinya lagi tapi juga panik, pasalnya semalam dia mendengar dari pengacaranya jika istrinya itu sudah mengurus berkas untuk gugatan cerai ke

