Esha berdiri di tepi salah satu jendela ruang kantornya, saat ini dia masih belum bisa mengakhiri pikirannya tentang Willy, tentang apa yang di katakan Willy padanya tadi. 'Kita sama-sama single sekarang, izinkan aku untuk mendekatimu lagi, izinkan aku mengobati luka yang pernah aku torehkan padamu, semua salahku, andai aku tak gegabah, pasti kamu tak akan bertemu dengan Arjuna hingga di manfaatkan oleh pria itu dan berakhir seperti ini, soal Arshaka juga aku akan menyayanginya seperti anakku sendiri.' Esha menarik nafasnya panjang dan menghembuskan perlahan, hatinya benar-benar tak siap untuk situasi seperti ini. Dia benar-benar tak siap untuk membuka hatinya kembali, baik untuk Willy atau pria yang lainnya. Dalam hati kecilnya masih ada harapan untuk Arjuna, entah yang jelas kecewanya

