Esha menghela nafasnya, melihat pada dua orang di depannya yang terus saja berbicara sejak tadi. "Heran kenapa macet?" gumam seseorang yang berada di balik kemudi saat ini. "Kata Bunda macet kalena ada si Komo lewat," ujar Balita tampan yang duduk di sebelahnya. "Si Komo?" ujar si pengemudi itu sambil melirik Esha dari balik kaca spion dalam di depannya. "aduh Sha, itu kata-kata zaman kapan?" tanyanya. Esha menghela nafasnya, dia enggan menjawabnya dan memilih memalingkan ke wajahnya samping dan menatap ke luar jendela. "Macet bukan karena si Komo lewat Arshaka, tapi karena mungkin ada lampu merah atau kecelakaan di depan sana." "Tapi Asaka maunya ada si Komo lewat Om, si Komo itu lasasa montel," jawab Arshaka. "Tapi-" "Dia masih kecil Willy, biarkan dia berimaginasi dengan kha

