Arjuna tersenyum menatap pada seseorang yang tengah membuat makan malam di dapur sementara dia duduk di kursi rodanya di depan meja makan. Sungguh dia tak pernah menyangka jika dia akan berada dalam situasi seperti ini lagi. "Masak seadanya ya Mas, bahan-bahannya sedikit," ujar Esha dan Arjuna hanya menganggukan kepalanya. Arjuna tahu jika istrinya lelah setelah 2 jam tadi mereka bertempur di ranjang terlebih istrinya itulah yang memimpin permainan. Lalu Arjuna menatap pada sepasang kakinya dan dia mengepalkan kedua tangannya. Hatinya benar-benar sakit, sebagai pria dia merasa tak berguna. Bahkan hanya untuk sekedar menopang beban tubuhnya pun dia tak sanggup. Lalu Arjuna kembali menatap pada istrinya. Ini baru beberapa jam, bagaimana nanti, satu hari, satu minggu, satu bulan, atau sat

