Bab 23-Ketangkap Basah

1593 Kata

Putra membuka matanya saat hari menjelang malam. Ceo tampan itu mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan yang serba putih dan melihat maminya bersama Satriyo duduk bersandar di sofa. "Akkhh ...," desisnya lirih sambil tangan kanan memegang kepala yang masih terasa berat. Serempak Erlin dan Satriyo menoleh mendengar desisan lirih dari mulut Putra. Keduanya lalu mendekat. "Syukurlah kamu sudah sadar, Put," ucap Erlin dengan tersenyum bahagia. Di genggamnya tangan putra sulungnya itu. Sementara Satriyo hanya terdiam seribu bahasa melihat keadaan saudara kandungnya itu. "Dinda mana, Mi? Apa dia jadi pulang ke rumah Papa?" tanya Putra sambil berusaha duduk. "Dinda sedang salat di musholla rumah sakit. Kamu tenang, ya! Dia nggak kemana-mana, kok. Dari tadi menantu mami itu nungguin kamu d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN