Suasana bandara Juanda siang itu lumayan ramai. Seorang lelaki dengan jaket kulit berwarna hitam, berkacamata dan juga topi yang serba hitam serta wajah yang tertutup masker sebagian terlihat mengawasi setiap sudut bandara. Berkali-kali lelaki itu menjawab telepon masuk lewat ponselnya. Pandangan matanya menelusuri seluruh sudut bandara dan memastikan tidak ada yang terlewat. Beberapa polisi berpakaian preman juga sudah tersebar di tempat itu. Mereka telah bersiaga di berbagai sudut dengan senjata lengkap. Tak berapa lama target yang mereka incar telah memasuki sarangnya. Sepertinya mereka tidak menyadari kalau sudah terkepung. Seorang lelaki paruh baya dengan jaket kulit berwarna coklat nampak menenteng koper berukuran sedang, sementara bersamanya wanita cantik dengan kaos warna merah d

