Laki-laki itu bersiul sambil berjalan menuju rumahnya, dia nampak menyunggingkan senyuman merekah. Suara teriakan terdengar samar dari dalam rumahnya, terdengar pula suara pecahan. Dia mempercepat langkahnya. Kaki jenjangnya itu berusaha mendobrak pintu ruang tamu yang terkunci dari dalam, butuh perjuangan keras. Hingga akhirnya berkali-kali dia coba tak membuahkan hasil, dia berlari menuju pintu halaman samping. Kebetulan tidak terkunci. Kakinya itu dengan cepat menjajahi setiap sekat ruangan di rumahnya, hingga akhirnya dia mendapati pria yang selama ini dia benci tengah mencekik wanita yang dia sayangi. Amarahnya yang sudah berada di puncak ubun-ubun akhirnya meledak, bom! Dia menarik kerah pria itu lalu membantingkan ke lantai. “Lo ngapain ke sini lagi? Gue udah bilang berapa kali, j

