“Selepas ini lo harus bisa membuat mama lo bahagia, Manyu, lihat bagaimana perlakuan papa lo ke mama. Mama tidak pernah mendapatkan bahagia. Senyuman yang ada di wajah mama itu semua palsu, nggak ada yang benar-benar tulus dari hatinya. Mama menutupi semua perasaannya. Bahagia atau pun sedih nggak ada bedanya sama sekali. Ini sudah menjadi tugas lo, Nyu, kebahagiaan mama lo sekarang berada di pundak lo. Jangan pernah membuat mama lo sedih atau sampai menangis kembali. Selama ini mama terlalu banyak menderita, Nyu.” Laki-laki itu menyeka air matanya, dia sedang duduk di bangku sebuah taman. Hari ini Abimanyu memutuskan untuk tidak masuk ke kampus, pikiran dan hatinya membutuhkan udara segar sejenak. Pusing memikirkan hal yang selama ini selalu menggelayuti kepalanya. Belum ada tempat teduh

