BAB 42

1064 Kata
ALBERT POV Sudah seminggu Adelle tinggal di rumah Clark dan aku bersyukur ia baik - baik saja di sana. Aku tidak bisa membayangkan jika Adelle masih berada di rumah bersama ku apalah setelah kedatangan Thomas ke rumah yang berusaha mengancamku. Aku tidak akan membiarkan Thomas menyakiti Adelle karena aku sangat menyayangi Adelle. Hanya ia satu - satunya hartaku yang paling berharga di dunia ini. Hari ini aku pergi ke rumah Clark untuk bertemu dengan Adelle dan saat tiba disana, aku melihat Adelle yang sangat senang bertemu dengan ku. " Bagaimana kabar ayah?" Tanya Adelle sambil memberiku secangkir kopi. " Ayah baik - baik saja. Bagaimana kabarmu? Apa kau nyaman tinggal di rumah pamanmu?" Tanyaku sambil menyesap kopiku. Saat itu Adelle terlihat sangat nyaman tinggal di rumah Clark karena ia berkumpul bersama sepupunya yang bernama Lucy dan Karen. Aku sangat senang mendengar nya karena semenjak Ben tidak tinggal bersama kami, Adelle tidak punya teman bicara di rumah. Ia selama ini hanya dekat dengan ku dan sekarang aku bisa melihat Adelle yang akrab dengan saudara sepupu nya. Tidak beberapa lama aku berpamitan karena aku harus pergi ke toko untuk berjualan. " Ayah pamit dulu karena harus pergi ke toko untuk berjualan. Tolong sampaikan salam kepada pamanmu." Kataku sambil beranjak dari kursi. " Iya ayah, nanti aku sampaikan salam kepada paman." Kata Adelle sambil mengantarku ke depan rumah. Setelah itu aku pergi ke toko dan aku sangat terkejut melihat tokoku yang hangus terbakar. Saat itu petugas kebakaran berusaha memadamkan api yang berkobar dan aku tidak menyangka akan mengalami kejadian seperti ini. Aku merasa ini semua ulah Thomas karena aku tidak menuruti perkataan nya dan rasanya aku tidak bisa tinggal diam atas perbuatannya padaku. Saat itu semua orang bersimpati padaku atas musibah kebakaran yang terjadi di toko ku dan tiba - tiba aku mendapat bantuan dari salah satu pelanggan ku untuk membuka toko sembako di salah satu ruko yang ia miliki. " jika bapak bersedia, saya dan suami mau menyewakan toko di salah satu ruko yang kami miliki untuk bapak berjualan. Tenang saja kami yang memodali usaha bapak jadi bapak tinggal menjalankan usaha." Kata pelanggan ku yang bernama Felicia. " Terima kasih ibu Felicia atas bantuannya." Kataku sambil mengatupkan kedua tanganku. Aku tidak menyangka di balik musibah ini, Tuhan memberiku rejeki yang tidak ku sangka akan datang secara tiba-tiba. Saat itu aku hanya bisa mengikhlaskan toko yang ku jalankan selama puluhan tahun lenyap begitu saja. Tapi aku yakin Tuhan tidak akan tinggal diam dan memberiku pertolongan. Waktu itu Felicia mengajakku ke salah satu rukonya untuk bertemu dengan suaminya yang seorang pengusaha. " Perkenalkan ini suami saya, John. Beliau dengan senang hati mau membantu anda setelah saya bercerita tentang kebakaran toko anda." Kata Felicia sambil memperkenalkan suaminya yang bernama Alex padaku. " Terima kasih atas bantuan ibu dan bapak yang mau menolong saya." Kataku sambil berterima kasih kepada mereka. Akhirnya aku berbincang dengan mereka tentang kebakaran tokoku dan mereka terlihat sangat bersimpati terhadap peristiwa yang menimpaku. Aku sangat bersyukur di pertemukan oleh orang sebaik mereka yang mau membantuku memulai usahaku. Mereka tidak meminta keuntungan dariku karena mereka tulus membantuku tanpa mengharapkan imbalan. Setelah selesai berbincang, Alex dan istrinya mengajakku ke tokoku yang baru dan aku melihat tempatnya sangat luas dan bersih. Mulai minggu depan aku bisa berjualan di toko yang baru dan rasanya aku sangat bersyukur kepada Tuhan karena mendapatkan rejeki yang berlimpah. *** Keesokan harinya aku terbangun dan melihat waktu menunjukkan pukul enam pagi. Rasanya aku tidak sabar ingin berjualan di tempat yang baru karena aku tidak suka berdiam di rumah. Tiba - tiba ada yang mengetuk pintu rumah dan aku sangat terkejut melihat Adelle datang bersama Clark dan kedua anaknya. Mereka membawakan makanan untukku dan aku bercerita kepada mereka tentang kebakaran yang menimpa tokoku. Mereka terlihat tidak percaya dan saat itu aku memberitahu mereka jika pelanggan ku yang memberiku modal supaya aku bisa menjalankan usaha di tempat yang baru. " Aku sangat bersyukur mendengar kau di bantu oleh pelanggan mu. Semoga usaha mu kali ini berjalan dengan lancar." Kata Clark sambil menyemangatiku. " Terima kasih atas dukungan mu padaku." Kataku sambil tersenyum padanya. Saat itu Clark curiga jika Thomas yang membakar tokoku dan mengetahui hal itu membuatnya mengajakku untuk tinggal di rumahnya karena ia sangat mencemaskan ku. Waktu itu aku sempat berpikir untuk menerima tawarannya karena aku merasa Thomas akan berbuat yang lebih kejam padaku. Akhirnya aku memutuskan untuk mengemasi barang-barang ku dan aku ikut bersama Clark untuk tinggal di rumah nya. **** Di tengah perjalanan, aku sempat berpikir untuk menjual rumahku agar Thomas tidak bisa melacak keberadaan ku. Mungkin tinggal di rumah Clark merupakan pilihan yang terbaik untukku dan Adelle agar kami terhindar dari ancaman Thomas. Tidak beberapa lama kami tiba di rumah Clark dan rasanya sudah lama aku tidak berkunjung ke rumah nya. Semenjak istri Clark tiada, Clark tinggal bertiga dengan anak - anaknya dan sekarang ia mengurus usaha peternakan. " Sudah lama aku tidak berkunjung ke rumah mu. Terakhir kali kesini sekitar tiga tahun yang lalu." Kata ku sambil melihat pekarangan rumah Clark. " Beginilah rumah ku dari dulu tidak ada perubahan." Kata Clark sambil membantuku membawa barang-barang ku. Rasanya aku sangat tenang berada di rumah Clark karena membuat hatiku damai. Clark membawaku ke dalam kamar di sebelah kamar Adelle dan sepertinya sudah lama kamar yang ku tempati kosong. Aku melihat foto istri Clark yang berada di dinding kamar dan aku menyadari jika Clark sangat mencintai almarhum istrinya. Clark menyuruh ku untuk beristirahat dan saat itu aku merasa sangat penat. Tidak beberapa lama Adelle membawakan teh hangat untukku dan ia sangat senang aku tinggal bersama nya di rumah Clark. " Adelle sangat senang melihat ayah tinggal di rumah paman Clark. Sebaiknya rumah kita di jual saja." Kata Adelle sambil duduk di samping ku. " Ayah juga sempat berpikiran seperti itu." Kataku sambil mengirim pesan kepada Ben dan memberitahu Ben jika aku tinggal di rumah Clark bersama Adelle. Tidak beberapa lama Adelle tertidur di samping ku dan aku bisa melihat wajah polosnya yang seperti anak kecil. Wajahnya sangat mirip dengan Irene semasa muda dan aku berharap Irene bisa memulai hidupnya yang baru bersama keluarga nya. *** Tepat jam tujuh malam, Clark mengajak ku makan malam bersama dan kali ini Karen yang memasak untuk kami. Ku akui makanan nya sangat lezat sehingga Karen yang menjadi juru masak di rumah ini. Aku bisa melihat Clark sangat menyayangi anak-anaknya dan aku berharap hubungan ku dengan Clark berjalan baik.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN