BAB 41

1057 Kata
THOMAS POV Hari ini aku berencana untuk pergi ke rumah Albert dan memberinya peringatan agar tidak usah bertemu dengan Ben. Setelah makan siang, aku pergi ke rumah pria itu dan ia sangat terkejut melihat kedatangan ku. Saat itu aku menyuruhnya untuk tidak bertemu dengan Ben dan aku meluapkan emosi ku kepadanya karena ia tidak mendengarkan peringatan ku padanya. Sejujurnya aku sangat malas bertemu dengan orang itu tetapi aku harus memperingatkan nya agar ia menjauh dari Ben. Aku tidak ingin kehilangan anakku untuk yang kedua kalinya karena aku tidak ingin Ben pergi dari hidupku. " Aku peringatkan padamu untuk tidak menemui Ben! Ingat perkataan ku, jika kau melanggar maka aku tidak segan untuk memberi pelajaran padamu!" Kataku sambil mengancamnya " Aku tidak takut dengan ancamanmu karena selama ini aku yang membesarkan Ben dan ia sudah menganggap ku sebagai orang tuanya!" Kata pria itu sambil melawanku. Rasanya saat itu aku naik pitam dan aku sangat ingin menyakiti nya tetapi melihat anaknya yang datang menghampiri kami membuatku pergi dari rumah itu. *** Aku tidak akan tinggal diam jika aku tau bahwa ia masih berhubungan dengan Ben. Aku tidak ingin Ben berhubungan dengan orang - orang di masa lalunya terutama pria itu. Tiba - tiba di tengah jalan aku bertemu dengan wanita yang bersama Felix dan sepertinya mobilnya mogok. Waktu itu muncul ide untuk membantu wanita itu dan aku berpikir bisa memanfaatkan nya agar ia bisa membujuk Felix untuk pulang ke rumah. Saat aku datang menghampiri nya, ia sangat terkejut dan aku berusaha melihat mesin mobilnya dan memperbaikinya sampai mobilnya bisa berjalan. " Kau tidak usah repot-repot. Aku bisa memanggil orang bengkel untuk memperbaiki nya." Kata wanita itu sambil memperhatikan ku yang membetulkan mesin mobil. " Kau tenang saja. Sebentar lagi mobilmu bisa berjalan." Kataku sambil memperbaiki mesin mobilnya. Tidak beberapa lama aku selesai memperbaiki mesin mobil itu dan wanita itu terlihat takjub saat aku berhasil memperbaiki nya. Lalu ia mengucapkan terima kasih padaku dan meminta maaf atas kejadian tempo hari. Saat itu aku memanfaatkan kesempatan itu untuk mendekati nya sekaligus membujuknya agar ia mau menyuruh Felix untuk pulang ke rumah. Aku mengajak wanita itu untuk makan siang bersama dan ia mau menerima ajakan ku. Lalu aku mengajak makan siang di sebuah resto yang menyediakan berbagai aneka makanan laut. " Ternyata selama ini aku salah sangka padamu. Kau orang baik yang suka menolong seorang wanita sepertiku." Kata wanita itu sambil menyesap minuman nya. " Aku tidak tau apa yang di ceritakan Felix padamu tetapi yang jelas aku tidak seburuk apa yang kau pikirkan." Kataku sambil menatapnya dengan tajam. Entah kenapa aku merasa wanita itu tidak menyadari tujuan ku padanya dan saat itu ia mengenalkan dirinya sebagai Brenda. Ia bercerita ketika pertama kali bertemu dengan Felix ketika di pusat perbelanjaan. Waktu itu Felix tidak bisa memakai kartu kredit nya untuk membayar pakaian yang ia mau beli karena waktu itu aku sengaja memblokir kartu kreditnya agar ia pulang ke rumah. Melihat hal itu, Brenda membantu Felix dengan membayarkan barang belanjaannya dan saat itu hubungan mereka dekat. " Felix sudah menganggap ku seperti ibunya makanya ia sangat manja padaku. Hubungan kami bukan hubungan romantis tetapi aku sudah menganggap Felix seperti anakku sendiri." Kata Brenda sambil melahap makanannya. " Terima kasih sudah membantu Felix. Aku tidak tau apa yang membuatnya tidak mau pulang ke rumah tetapi apa kau bisa membujuk nya untuk pulang ke rumah." Kataku sambil memohon padanya. Saat itu Brenda terdiam sejenak sampai akhirnya ia berkata akan membantuku dengan membujuk Felix untuk pulang ke rumah. Aku berharap ia bisa membantuku membujuk Felix untuk pulang ke rumah karena aku tidak bisa hidup tanpa ada Felix di sampingku. *** Setelah selesai berbincang, Brenda berpamitan padaku karena ia harus mengunjunginya temannya yang berada di rumah sakit. Lalu aku memutuskan untuk pergi ke apartemen Felix untuk menemuinya. Saat aku tiba disana, Felix terlihat tidak suka dengan kedatangan ku mengingat kejadian tempo hari. Waktu itu aku mengajaknya untuk berbincang tetapi ia tidak mau mendengarkan ku. Rasanya saat itu aku sangat sedih melihatnya yang menolak kehadiran ku. " Felix, papa mohon beri kesempatan untuk berbincang sebentar saja." Kataku sambil memohon padanya tetapi ia bersikap acuh padaku. " Sebaiknya papa pulang saja. Saat ini aku tidak ingin di ganggu oleh siapapun." Kata Felix sambil menutup pintu. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke rumah karena aku sangat putus asa melihat hubungan ku dengan Felix yang semakin memburuk. *** Sesampainya di rumah, aku melihat Sharon sedang menerima tamu yang merupakan teman - teman arisannya. Saat itu aku melihat tatapan teman - teman Sharon yang tidak berkedip dan aku lebih memilih untuk menyendiri di ruang kerja. Tidak beberapa lama Sharon datang menghampiri ku dan ia mengajakku berbincang. Saat itu ia ingin mengajakku berlibur ke pantai bersama teman - temannya tetapi aku menolak ajakannya. Aku tidak mau berlibur bersama wanita genit yang berusaha menggoda ku mengingat usiaku yang tidak muda lagi. " Ayolah, kau ikut berlibur ke pantai bersama ku dan teman - temanku. Aku tidak ingin melihat mu terpuruk seperti ini." Kata Sharon sambil mengajak ku berlibur. " Lebih baik kau berlibur bersama teman - temanmu. Aku masih banyak pekerjaan di kantor yang tidak bisa aku tinggalkan." Kataku sambil mencari alasan agar Sharon berhenti membujukku untuk ikut berlibur bersama nya. Saat itu Sharon tidak bisa berbuat apapun dan ia memilih untuk pergi bersama teman - temannya dan tinggal aku sendiri di rumah. Aku melihat foto Diana yang berada di atas meja kerjaku. Aku berpikir jika Diana masih hidupku, Felix tidak akan pergi dari rumah ini. Aku menyadari kekurangan ku sebagai seorang ayah yang kurang memperhatikan Felix. Selama ini aku hanya bisa memberinya fasilitas dan uang yang berlimpah agar ia tidak merasa kekurangan tetapi aku salah karena yang di butuhkan Felix selama ini hanyalah perhatian dan kasih sayang dariku. *** Tiba - tiba aku terbangun ketika mendengar suara mobil dan aku baru menyadari jika aku tertidur di atas meja. Aku melihat waktu menunjukkan pukul lima sore. Aku melihat Sharon dari balik jendela dan ia sedang mengeluarkan beberapa barang dari mobil. Aku yakin ia baru selesai berbelanja dengan teman - temannya dan seperti biasa ia akan banyak bercerita padaku tentang teman - temannya. Aku menyadari Sharon terbiasa berkumpul dengan teman-teman nya karena ia tidak punya pasangan. Sejujurnya aku semakin memahami karakter Sharon tidak seburuk yang aku kira. Aku berharap Sharon segera menemukan pendamping hidup sehingga ia bisa menemukan kebahagiaan nya bersama pria yang mencintai nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN