ALBERT POV
Saat Adelle tiba di rumah, aku memberitahu nya jika Irene pindah ke luar kota bersama keluarganya untuk memulai kehidupan yang baru.
Waktu itu Adelle terlihat acuh dan ia seperti tidak tertarik mendengar kabar tentang Irene. Sepertinya kebencian sudah mendarah daging di dalam dirinya dan aku tidak bisa menyalahkan nya karena Irene sendiri yang memulai masalah sehingga Adelle membenci nya.
Aku berusaha membujuk Adelle untuk memaafkan kesalahan Irene tetapi sepertinya tidak berhasil karena Adelle sudah menganggap Irene tidak berarti di dalam hidupnya.
" Ayah harap kau mau memaafkan ibumu karena ia sekarang sudah berubah dan tidak seperti dulu." Kataku sambil berusaha membujuknya.
" Sudahlah ayah, berhenti membujukku untuk memaafkan ibu. Sampai kapanpun aku tidak bisa memaafkan kesalahannya kepada kita." Kata Adelle sambil menatapku.
Saat itu aku tidak bisa berbuat apapun untuk membujuk Adelle tetapi aku tau di hati kecilnya ia sangat merindukan Irene karena bagaimanapun juga Irene adalah ibu kandung nya dan sejak kecil Adelle sangat dekat dengan ibunya.
***
Hari ini seperti biasa aku pergi ke toko untuk berjualan dan tiba-tiba aku melihat Wendy yang datang sambil membawa beberapa box yang isinya kue dan roti.
Ia sengaja menitipkan beberapa roti dan kue di tokoku agar dagangannya terjual habis. Aku melihat Wendy seorang wanita pekerja keras dan ia tidak pantang menyerah.
Aku menghargai kerja kerasnya dengan membantunya agar bisnis yang kami jalankan berhasil. Banyak pelanggan ku yang menyukai kue dan roti buatan toko Wendy dan mereka banyak yang memesan kue ke Wendy.
" Silakan ibu - ibu dibeli kue dan rotinya. Di jamin enak dan bergizi." Kata Wendy sambil menawarkan dagangannya kepada pelanggan ku.
Saat itu aku mengacunginya jempol karena banyak pelanggan ku yang memborong dagangannya. Lalu Wendy memyebarkan brosur kepada mereka untuk mampir ke toko kuenya.
Aku membantunya membagikan brosur kepada pelanggan ku dan mereka terlihat sangat senang diberi voucher diskon untuk berbelanja di toko kue Wendy.
***
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas dan saatnya aku menutup tokoku. Waktu itu Wendy membantu ku merapikan barang - barang di rak.
Setelah itu aku mengajaknya makan siang bersama. Sejujurnya aku tidak suka merepotkan orang lain sehingga sebagai gantinya aku mentraktir Wendy makan siang.
Wendy terlihat sangat lahap menghabiskan makanan karena aku tau ia sangat kelaparan setelah membantuku membereskan barang - barang di toko ku.
" Terima kasih sudah membantuku di toko." Kataku sambil berterima kasih padanya.
" Sama - sama. Aku senang bisa membantu mu." Kata Wendy sambil menghabiskan makanan nya.
Tiba - tiba aku tidak sengaja melihat Amanda yang menoleh ke arah ku. Ia terlihat sangat terkejut melihat ku bersama Wendy.
Waktu itu aku ingin menyapanya tetapi ia sudah pergi duluan. Entah kenapa aku merasa tidak nyaman padanya dan aku takut ia berpikir yang macam-macam padaku.
***
Setelah selesai makan, aku mengantar Wendy pergi ke toko kuenya dan saat itu Wendy menyadari perubahanku dan ia berusaha mencari pembicaraan agar suasana tidak tegang.
Saat itu pikiran ku masih terfokus kepada Amanda dan rasanya aku sangat ingin menemuinya dan menjelaskan padanya jika aku dan Wendy hanya sebatas hubungan bisnis.
Tidak beberapa lama aku sampai mengantar Wendy ke tokonya. Lalu aku memilih untuk pulang ke rumah karena aku butuh waktu untuk beristirahat.
Saat aku tiba di rumah, aku sangat terkejut melihat Amanda berada di depan rumah ku dan aku mempersilahkan ia untuk masuk ke dalam rumah.
" Silahkan masuk." Kataku sambil mempersilakan ia masuk dan ia duduk di sofa.
" Maaf jika aku mengganggu waktu mu." Kata Amanda sambil duduk di sofa.
Aku mengambilkan minuman untuknya dan ia terlihat sangat kehausan. Lalu kami berbincang cukup lama sampai ia menanyakan tentang Wendy.
Waktu itu aku memberitahu nya jika Wendy adalah rekan Bisnisku dan hubungan kami tidak lebih dari itu. Amanda terlihat sangat puas mendengar jawabanku.
Tiba - tiba Adelle sampai di rumah dan ia sangat terkejut melihat Amanda. Lalu mereka berbincang dan aku pergi meninggalkan mereka.
Saat itu aku tidak ingin mengganggu mereka karena sudah lama mereka tidak bertemu. Waktu aku berada di teras, aku melihat ada mobil di depan rumah dan aku sangat terkejut melihat Thomas keluar dari mobil dan ia datang menghampiri ku.
" Ada apa kau ke rumah ku? Apa kau ingin mengancam ku lagi?!" Tanyaku padanya dengan nada sinis.
" Aku sudah memberitahu mu untuk tidak berhubungan dengan Ben tetapi kenapa kau tidak menuruti perkataan ku?!" Kata Thomas dengan tatapan tajam ke arahku.
Rasanya saat itu aku tidak ingin terpancing emosi dan tidak beberapa lama Adelle datang menghampiri ku. Lalu Thomas pergi begitu saja dari rumah ku.
Saat itu Adelle bertanya apa yang terjadi tetapi aku tidak memberitahu nya karena aku tidak ingin membuat nya khawatir padaku.
Lalu aku berusaha mengalihkan pembicaraan sehingga Adelle tidak membahas tentang Thomas. Adelle mengajak ku untuk pergi bersama Amanda tetapi saat itu aku tidak ikut karena sejujurnya aku sangat takut Thomas melakukan sesuatu yang di luar nalar.
***
Tidak beberapa lama Adelle pergi bersama Amanda dan tinggal aku sendiri di rumah. Sejujurnya aku tidak perduli jika Thomas ingin menyakiti ku tetapi aku tidak ingin Adelle terkena imbasnya sehingga aku berpikir jika Adelle sebaiknya tinggal di rumah adikku agar Thomas tidak bisa melacak keberadaan nya.
Lalu aku menghubungi adikku dan bercerita tentang Thomas padanya. Ia setuju jika untuk sementara ini Adelle tinggal di rumah nya dan aku sangat bersyukur memiliki adik sebaik dirinya.
Kemudian aku pergi ke kamar Adelle dan mengemasi barang-barang nya agar ketika ia sampai di rumah, ia langsung berangkat ke rumah adikku tanpa perlu berbenah lagi.
" Terima kasih kau sudah mengijinkan Adelle untuk tinggal di rumah mu." Kataku kepada adikku di sambungan telepon.
" Sama - sama kak. Aku senang bisa membantumu terutama keponakan ku sendiri." Kata adikku dan aku memberitahu nya jika mulai hari ini Adelle menginap di rumah nya.
Tepat jam empat sore, Adelle tiba di rumah dan ia sangat terkejut ketika melihat kopernya berada di ruang tamu. Saat itu aku menyuruhnya untuk menginap di rumah saudara ku dan ia tampak bingung dengan sikapku yang tiba-tiba berubah.
Aku memberitahu nya bahwa aku melakukan ini untuk melindunginya dari orang yang berniat buruk terhadap keluarga kami dan saat itu Adelle tidak ingin pergi meninggalkan ku tetapi aku memaksanya untuk tetap pergi sehingga pada akhirnya ia menuruti perkataan ku.
Aku tau Adelle sangat berat meninggalkan ku seorang diri di rumah tetapi aku meyakinkan nya jika semuanya akan baik-baik saja sehingga Adelle mau tinggal sementara di rumah saudara ku.