THOMAS POV
Semenjak Sharon tinggal di rumah ku, hubungi kami semakin membaik dan ia membantuku mencari keberadaan Felix yang sudah berminggu-minggu tidak kembali ke rumah.
Rasanya aku sangat mengkhawatirkan Felix dan aku berharap ia dalam kondisi baik - baik saja. Aku tidak ingin terjadi sesuatu padanya.
Saat itu aku menyuruh anak buahku untuk mencari keberadaan Felix tapi sampai sekarang belum membuahkan hasil. Sharon tau betapa khawatir nya aku kepada Felix dan selama ini ia yang berusaha menenangkan ku jika Felix baik - baik saja.
" Aku tau kau sangat mencemaskan Felix tetapi aku yakin di luar sana ia baik - baik saja." Kata Sharon sambil menenangkan ku.
" Aku juga berharap seperti itu." Kataku sambil mengusap wajah ku.
Waktu itu rasanya aku tidak bisa konsentrasi karena terlalu fokus mencari keberadaan Felix. Sampai suatu hari aku mendapatkan kabar jika Felix berada di sebuah apartemen.
Lalu aku mengajak Sharon datang ke apartemen itu dan betapa terkejutnya kami ketika melihat Felix bersama wanita yang usianya seumuran dengan Sharon.
Akhirnya kami mengikuti Felix pergi dan ia sampai di sebuah rumah yang sangat mewah dan sepertinya semua orang menghormati nya.
" Aku sangat penasaran siapa wanita yang bersamanya itu." Kata Sharon dengan nada heran.
" Aku akan mencari tau siapa wanita itu." Kataku sambil mengamati wanita itu dari jauh.
Entah kenapa saat itu firasatku mengatakan jika Felix menjalin hubungan dengan wanita itu tetapi aku berusaha membuang pikiran itu.
Saat itu aku memutuskan untuk menunggu Felix keluar dari rumah itu. Setengah jam kemudian, keluar sebuah mobil yang di dalamnya hanya Felix.
Lalu aku mengikuti nya sampai ia berada di depan apartemen. Waktu itu aku memarkir mobilku di pinggir jalan dekat apartemen dan aku keluar dari mobil bersama Sharon.
" Sebaiknya kita ikuti saja ia sampai di depan kamar nya." Kata Sharon sambil mengikuti ku dari belakang.
Saat itu kami berusaha untuk mengikuti Felix secara diam - diam sampai akhirnya ia berada di depan kamar nya.
Dengan tenang aku datang menghampiri nya dan ia sangat terkejut melihat kedatangan ku bersama Sharon.
Waktu itu aku bertanya kemana saja ia pergi tetapi ia tidak mau memberitahu ku. Lalu aku bertanya tentang wanita yang bersamanya tetapi ia berusaha mengelak.
" Papa ingin tau siapa wanita yang bersamamu! Apakah kalian ada hubungan?!" Tanyaku padanya dan ia berusaha mengelak jika ia tidak menjalin hubungan dengan seorang wanita.
" Apa yang papa katakan? Papa lihat sendiri jika aku tidak bersama dengan seorang wanita!" Kata Felix sambil mengelak.
Tiba - tiba keluar dari lift seorang wanita yang aku lihat bersama Felix dan wanita itu datang menghampiri Felix. Wanita itu sangat terkejut melihat ku dan ternyata ia tau siapa aku.
Lalu aku bertanya kepada wanita itu tentang hubungan nya dengan Felix tetapi ia tidak mau menjawab dan menyuruh ku untuk segera pergi meninggalkan Felix.
Saat itu aku tersulut emosi karena wanita itu mengejekku tidak bisa menjadi pilihan tua yang baik bagi Felix dan aku tidak terima dengan perkataan wanita itu padaku.
" Sebaiknya kau pergi saja karena kau tidak pantas menjadi orang tua Felix!" Kata wanita itu sambil berusaha mengusirku.
" Kau tidak bisa mengusirku karena bagaimanapun juga Felix adalah anak kandung ku!" Kataku dengan nada tinggi.
Saat itu Sharon berusaha menenangkanku dan ia mengajakku untuk segera pergi dari sana. Waktu itu aku tidak mau pergi dan memaksa Felix untuk pulang bersama ku tetapi ia tidak mau dan memilih bersama wanita itu.
Karena tidak ingin menjadi perhatian banyak orang sehingga Sharon memaksaku untuk pergi sehingga mau tidak mau aku ikut dengannya meskipun aku sangat ingin Felix ikut bersama ku.
Rasanya saat itu aku sangat sedih karena Felix memilih bersama orang lain daripada bersama ku. Saat itu Sharon berusaha menenangkan ku dan ia berjanji padaku akan membujuk Felix untuk pulang ke rumah.
" Kau tenang saja, biar aku yang berusaha untuk membujuk Felix." Kata Sharon sambil berusaha menenangkan ku.
" Aku harap kau bisa membujuk nya untuk pulang ke rumah." Kataku dengan nada datar.
Tidak beberapa lama kami sampai di rumah dan saat itu aku memutuskan untuk menyendiri di dalam kamar. Rasanya aku ingin tidak menyangka jika selama ini Felix bersama seorang wanita yang usianya jauh lebih tua darinya.
Aku berharap Sharon bisa membujuk Felix untuk segera pulang ke rumah karena aku tidak suka melihat nya bersama wanita itu.
***
Keesokan harinya aku terbangun ketika mendengar alarm dan aku melihat waktu menunjukkan pukul enam pagi. Lalu aku beranjak dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah itu aku berpakaian dan turun ke lantai bawah untuk sarapan. Aku melihat Sharon yang sudah menyiapkan makanan di atas meja.
Lalu kami sarapan bersama meskipun aku tidak nafsu makan. Saat itu Sharon membujukku untuk menghabiskan makanan tetapi aku hanya makan beberapa sendok.
" Ayolah habiskan makananmu. Aku tidak ingin melihat mu jatuh sakit." Kata Sharon sambil membujukku menghabiskan makanan.
" Aku harus segera berangkat ke kantor. Nanti siang aku makan lagi di kantor." Kataku sambil beranjak dari kursi dan mengambil kunci mobil ku di atas meja.
Lalu aku berangkat ke kantor untuk mengalihkan pikiran ku dari Felix. Sudah beberapa hari aku tidak berangkat ke kantor dan saatnya aku bekerja lagi.
Tiba - tiba di tengah jalan aku melihat Ben yang sedang berbincang dengan seseorang yang ternyata pria itu adalah Albert.
Aku tidak menyangka jika mereka masih berhubungan dan rasanya aku sangat kesal dengan Albert karena ia tidak menuruti perkataan ku untuk menjauhi Ben.
Kali ini aku tidak akan tinggal diam karena aku tidak ingin melihat Ben masih berhubungan dengan pria itu.
Aku mengirim pesan kepada Ben untuk mengajak nya makan siang bersama karena aku ingin menegaskan padanya untuk tidak bertemu dengan pria itu.
***
Tidak beberapa lama aku tiba di kantor dan rasanya aku tidak sabar ingin segera bertemu dengan Ben. Aku tau Ben selama ini sengaja tidak bercerita padaku jika ia masih berhubungan dengan ayah angkatnya.
Sejujurnya aku tidak ingin ia berhubungan lagi dengan pria itu karena aku sangat takut Ben pergi meninggalkan ku seperti yang di lakukan Felix.
Aku merasa tidak memiliki siapapun karena Claire dan Diana sudah pergi meninggalkan ku. Aku tidak ingin kehilangan Ben untuk yang kedua kali dan aku berharap Ben bisa mengerti dengan sikapku yang sangat ingin melindungi nya.
Aku hanya bisa berdoa kepada Tuhan agar diberi kesempatan untuk berubah dan membahagiakan anak - anakku. Hanya mereka yang membuatku kuat sampai sekarang.