BAB 38

1047 Kata
ALBERT POV Rasanya hubungan ku dengan Wendy semakin dekat karena kami sama - sama menjalankan bisnis sampai bisnis kami berkembang sangat pesat. Aku merasa Wendy menyukai ku karena beberapa kali aku menangkap ia yang memandang ku dengan tatapan berbeda. Meskipun begitu, aku tidak ingin berpikiran yang macam-macam terhadap hubungan kami. Saat itu Wendy membawakan banyak makanan ke rumah dan Adelle terlihat sangat senang dengan kedatangan Wendy. Aku melihat hubungan mereka sangat akrab dan beberapa kali Adelle memberitahu ku jika Wendy menyukai ku tetapi aku tidak pernah menghiraukan perkataannya. " Terima kasih atas makanannya. Seharusnya tante tidak usah repot-repot membawakan makanan untuk kami." Kata Adelle sambil mengeluarkan makanan dari dalam plastik. " Tante tidak merasa di repotkan. Justru tante sangat senang membawakan makanan kesini." Kata Wendy sambil membantu Adelle menyiapkan makanan di atas meja. Saat itu aku melihat Adelle yang tertawa lepas setelah sekian lama. Aku senang Wendy membawa perubahan positif pada diri Adelle. Tidak beberapa lama kami makan bersama dan saat itu aku merasa Wendy menatapku sambil menyantap makanan di atas meja. Waktu itu Adelle menginjak kakiku di bawah meja dan memberi isyarat padaku jika Wendy menatapku. Aku hanya diam dan tidak meresponnya. *** Setengah selesai makan, Adelle mengajak Wendy untuk menginap di rumah dan Wendy tidak bisa menolak ajakan Adelle. Lalu Adelle mengajak Wendy ke dalam kamar nya dan aku tidak tau apa yang mereka bicarakan di dalam. Tiba-tiba ponselku berbunyi dan aku langsung mengangkatnya. Ternyata Irene yang menghubungiku dan ia memberitahu jika besok pagi ia akan datang ke rumah untuk menemui Adelle. " Maaf aku menghubungi mu di jam seperti ini. Aku ingin memberitahu jika besok pagi aku akan datang ke rumah untuk menemui Adelle." Kata Irene sambil memberitahu ku. " Sebaiknya malam saja kau datang ke rumah karena Adelle pergi ke kantor lebih awal." Kataku sambil memberitahunya dan aku sengaja menyuruhnya untuk datang saat malam hari agar ia tidak bertemu dengan Wendy. Aku tidak ingin Irene berpikir yang macam-macam tentang hubungan ku dengan Wendy karena hubungan ku dengan Wendy hanya sebatas hubungan kerja. *** Keesokan harinya aku terbangun ketika mendengar suara Adelle yang sangat khas di telinga ku. Adelle menyuruh ku untuk sarapan bersama dan aku beranjak dari tempat tidur ku. Lalu aku pergi ke wastafel untuk membasuh muka dan gosok gigi. Setelah itu aku sarapan bersama Adelle dan Wendy. Aku melihat Wendy yang mengurai rambutnya yang panjang dan ia terlihat sangat cantik. Entah kenapa siluet cahaya membuat nya semakin cantik dan aku sempat tercengang melihatnya yang mengibaskan rambutnya. " Hmmm, ayah jangan melamun. Ayo kita sarapan." Kata Adelle membuyarkan lamunanku. Rasanya saat itu aku sangat malu terhadap Wendy karena aku memandang nya cukup lama. Aku merasa Wendy tersipu malu saat aku menatapnya cukup lama. Waktu itu suasana terasa canggung dan Adelle berusaha mencairkan suasana. Sepertinya Adelle tau jika aku tadi cukup lama memandang ke arah Wendy tetapi aku berusaha terlihat acuh. Tidak beberapa lama kami selesai sarapan dan Wendy membantu Adelle mencuci piring di dapur. Aku memilih duduk di teras sambil membaca koran sambil menunggu Adelle bersiap untuk berangkat ke kantor. *** Setengah jam kemudian, Adelle bersiap untuk berangkat ke kantor dan Adelle mengajak Wendy untuk pergi bersama kami. Akhirnya kami berangkat ke kantor Adelle dan sepertinya Adelle sengaja menyuruh Wendy untuk duduk di sampingnya ku. Sepertinya Adelle sengaja menjodohkan aku dengan Wendy karena ia tau sudah lama aku sendiri semenjak hubungan ku dengan Amanda berakhir. " Nanti ayah tidak usah menjemput ku karena teman kantorku yang akan mengantarku pulang ke rumah." Kata Adelle sambil memberitahu ku. " Baiklah kalau begitu, kau jangan pulang terlalu malam." Kataku sambil memberitahu nya. Setelah aku mengantar Adelle ke kantor, Wendy meminta ku untuk mengantar nya ke toko kuenya. Sekitar lima belas menit kami tiba di tokonya dan saat itu Wendy mengucapkan terima kasih karena telah di ijinkan untuk menginap di rumah ku dan di antarkan sampai ke tokonya. *** Setelah itu aku pergi ke toko dan berjualan seperti biasa. Aku melihat hari ini banyak sekali pelanggan ku yang berdatangan untuk membeli bahan sembako. Aku bersyukur karena mereka percaya dengan kualitas barang yang aku jual dan rata - rata mereka sangat puas berbelanja di tokoku. Tiba - tiba aku melihat seseorang yang datang ke tokoku dan aku tidak menyangka jika yang datang adalah Amanda. " Hai Albert, apa kabarmu? Sudah lama kita tidak berjumpa." Kata Amanda sambil datang menghampiri ku. " Aku sangat baik. Bagaimana dengan mu?" Tanyaku padanya dan aku baru tau jika ia sedang berduka atas kepergian suami barunya. Ia bercerita jika suaminya yang baru mengalami kecelakaan mobil dan tewas di tempat. Aku bisa melihat matanya yang bengkak karena menangis. Saat itu aku mengucapkan belasungkawa kepada nya dan aku tau ia sangat terpuruk dengan keadaan yang ia alami saat ini. Lalu aku mengajaknya ke kafe dekat tokoku dan di sana kami banyak berbincang. Saat itu aku berusaha menghibur nya agar ia tidak larut dalam kesedihan. " Aku tidak menyangka jika suamiku akan pergi secepat ini meninggalkanku." Kata Amanda sambil menghabiskan air matanya. " Berhentilah menangis, aku tau ini tidak mudah untukmu tapi aku yakin ia tidak ingin melihat mu sedih seperti ini." Kataku sambil berusaha menenangkan nya. Sebagai teman, aku hanya bisa menenangkan nya meskipun aku tau tidak mudah bagi Amanda mengalami kegagalannya pernikahan untuk yang kedua kalinya. Tidak beberapa lama aku mengantar Amanda ke kantor nya dan saat itu ia berterima kasih kepada ku karena mau mendengarkan keluh kesahnya dan aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya. *** Setelah mengantar Amanda ke rumah nya, aku memutuskan untuk pulang ke rumah dan saat tiba di rumah, aku melihat Irene yang duduk di teras dan ia memberitahu sudah setengah jam ia menunggu di teras rumah. Saat itu aku mempersilahkan ia masuk ke dalam rumah dan ia memberitahu ku maksud tujuan nya ke rumah untuk berpamitan dengan Adelle. Irene memutuskan untuk memulai kehidupan baru di luar kota bersama saudaranya. Saat itu aku hanya bisa mendukung keputusan nya jika itu yang terbaik untuknya. " Tolong sampaikan permintaan maafku kepada Adelle. Besok aku akan memulai kehidupan baru bersama saudaraku." Kata Irene padaku dan aku hanya mengangguk tanda setuju. " Kau tenang saja. Aku akan menyampaikan pesanku kepada Adelle." Kataku sambil memberitahu nya. Tidak beberapa lama Irene berpamitan padaku karena ia ingin berkemas untuk pergi esok hari. Saat itu di dalam hati aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Irene.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN