THOMAS POV
Hari ini peresmian kantor baru dan aku sangat bersyukur karena acara berjalan dengan lancar. Perusahaan ku juga membuka lowongan pekerjaan dan banyak orang yang ingin melamar di perusahaan ku.
Tiba - tiba Sharon datang menemui ku dan ia memberi selamat untuk peresmian kantor baruku. Aku merasa Tante Sandra yang memberitahunya tentang acara peresmian kantor baruku dan aku tau kedatangannya hanya ingin mencari perhatian dariku.
Aku berusaha bersikap sopan padanya karena aku tidak ingin menjadi pusat perhatian karena berlaku kasar padanya.
" Selamat untuk peresmian kantor barumu. Semoga bisa sesukses perusahaan mu yang lama." Kata Sharon sambil mengulurkan tangan dan aku menjabat tangan nya.
" Terima kasih atas kedatangan mu." Kataku sambil menjabat tangannya.
Setelah itu aku berusaha menghindari nya dengan menemui klienku dan mereka memberi selamat padaku. Saat itu aku melihat Ben yang datang menghampiri ku dan ia terlihat sangat senang dengan peresmian kantor baruku.
Saat itu aku mengenalkan Ben kepada kolegaku sebagai pemimpin kantor baruku dan mereka sangat terkejut mendengar hal itu dan aku membanggakan Ben di depan mereka.
Aku berjanji di dalam hati untuk menebus kesalahanku kepada Ben dengan menjadikannya sebagai pemimpin di kantor baru.
***
Setelah acara selesai, aku mengajak Ben makan siang bersama dan kami merayakan peresmian kantor baru. Ben terlihat sangat bahagia melihat orang - orang yang bersemangat untuk melamar kerja di kantor yang baru dan ia mendapat info jika sudah ada beberapa orang yang di terima bekerja di perusahaan.
Aku sangat senang mendengar hal itu dan aku berharap semoga perusahaan ku bisa berjalan seperti perusahaan yang lama.
Tiba - tiba ponselku berbunyi dan aku mendapat kabar jika Felix mengalami kecelakaan saat ia berlibur bersama teman - temannya.
" Ada apa? Sepertinya ada masalah." Tanya Ben kepadaku.
" Papa mendapat kabar jika Felix mengalami kecelakaan dan sekarang ia dibawa ke rumah sakit." Kataku sambil memberitahu nya.
Akhirnya kami pergi ke rumah sakit dan menempuh perjalanan selama dua jam sampai akhirnya tiba di rumah sakit.
Rasanya saat itu aku sangat cemas memikirkan kondisi Felix dan aku berharap semoga kondisi Felix baik - baik saja.
Ternyata Felix masih berada di ruang operasi dan kami hanya bisa menunggu di depan ruang operasi. Beberapa jam kemudian, dokter keluar dari ruang operasi dan memberitahu jika kondisi Felix dalam keadaan koma.
Rasanya saat itu aku berdoa kepada Tuhan semoga Felix masih diberi umur panjang karena aku tidak ingin kehilangan nya.
" Papa yang sabar. Ben yakin Felix pasti baik - baik saja." Kata Ben sambil menenangkan ku.
" Terima kasih atas dukungan mu terhadap papa." Kataku sambil tersenyum padanya.
Aku tau ini bukan pertama kalinya aku mengalami kejadian ini tetapi yang jelas aku tidak akan menyerah dengan kondisi seperti ini.
***
Akhirnya aku memutuskan untuk menunggu Felix di rumah sakit dan aku menyuruh Ben untuk pulang ke rumah karena aku tau besok ia harus masuk ke kantor.
Waktu itu Ben tidak ingin meninggalkan ku tetapi aku memaksanya untuk pulang sehingga ia pulang ke rumah.
Aku melihat Felix yang terbaring lemah tidak berdaya dan aku merasa sangat kasihan padanya. Aku berharap ia segera siuman dan kembali seperti dulu.
Tiba - tiba aku melihat Felix menggerakkan jari tangan nya dan tidak beberapa lama matanya terbuka. Aku merasa sangat bahagia melihat nya yang sudah siuman.
" Dimana aku?" Tanya Felix padaku.
" Kau sekarang berada di rumah sakit karena mengalami kecelakaan mobil." Kataku sambil memberitahunya.
Felix kesakitan saat mengangkat tangannya dan aku menyuruhnya untuk beristirahat. Tidak beberapa lama dokter datang bersama perawat dan memeriksa kondisi Felix.
Dokter memberitahu jika Felix harus di rawat selama beberapa hari di rumah sakit dan aku berpikir akan melakukan yang terbaik untuk kesembuhan Felix.
Setelah selesai memeriksa kondisi Felix, dokter dan perawat meninggalkan kami. Sehingga aku menyuruh Felix untuk beristirahat.
" Sebaiknya kau beristirahat dulu." Kataku sambil menyuruhnya untuk beristirahat.
" Terima kasih atas perhatian yang papa berikan padaku. Maafkan Felix selama ini banyak merepotkan papa." Kata Felix sambil meminta maaf padaku.
Rasanya saat itu aku tidak kuat menahan tangis dan aku memeluknya. Aku tau ini tidak mudah bagi Felix tetapi aku berusaha menguatkannya.
Felix menangis melihat ku dan aku berusaha menghapus air matanya. Aku memegang tangannya sambil berjanji padanya tidak akan pergi meninggalkan nya dan saat itu aku merasa hubungan ku dengan Felix berubah menjadi baik.
***
Keesokan harinya aku terbangun ketika ada yang mengantarkan makanan untuk Felix. Lalu aku membantu Felix dengan menyuapinya makanan dan ia terlihat makan sangat lahap.
Aku tau sudah lama aku tidak sedekat ini dengannya karena kesibukanku di kantor dan kali ini aku memanfaatkan waktu untuk merawat anakku.
Tidak beberapa lama Ben datang ke rumah sakit sambil membawakan makanan untuk Felix. Saat itu Felix sangat terkejut melihat Ben yang wajahnya sangat mirip dengan ku.
" Maaf mengganggu, saya kesini ingin menjenguk anak anda." Kata Ben sambil menaruh makanan di atas meja.
" Perkenalkan ini Ben, karyawan papa di kantor." Kataku sambil memperkenalkan Ben kepada Felix.
Saat itu Felix baru tau jika Ben bekerja di perusahaan ku dan aku berusaha mengalihkan perhatian nya agar ia tidak curiga padaku.
Tidak beberapa lama Ben berpamitan padaku dan ia memutuskan kembali ke kantor. Setelah Ben pergi, Felix bertanya tentang Ben dan kemiripan wajah kami.
Rasanya saat itu aku merasa terpojok karena tidak tau harus berbuat apa dan aku berusaha mengalihkan pembicaraan karena aku tidak ingin ia tau jika Ben adalah kakak tirinya.
***
Keesokan harinya aku memutuskan untuk pergi ke kantor setelah melihat kondisi Felix semakin membaik karena aku memikirkan pekerjaan yang tertunda di kantor.
Saat aku tiba di kantor, semua orang menanyakan kondisi Felix dan aku memberitahu mereka jika kondisi nya sudah membaik.
Aku bersyukur memiliki karyawan yang peduli terhadap keluarga ku karena selama ini aku memberi mereka upah yang sesuai dengan kinerja mereka.
Setelah itu aku pergi ke ruang kerja ku dan Ben sangat terkejut melihat kedatanganku karena ia berpikir jika aku masih berada di rumah sakit menjaga Felix.
Lalu ia menyerahkan beberapa dokumen padaku untuk di tanda tangani olehku dan aku tidak menyangka banyak hal yang aku tidak ketahui selama beberapa hari ini.
Aku bersyukur ada Ben yang bertanggung jawab terhadap semua pekerjaan di kantor sehingga aku tidak khawatir meninggalkan pekerjaan selama beberapa hari.
Aku yakin Ben bisa memimpin perusahaan yang baru dengan baik karena aku tau ia sangat bertanggung jawab dan dapat di percaya.
Ia tidak mungkin mengkhianati kepercayaan yang aku berikan padanya apalagi ia anak kandung ku dan aku akan memberikan yang terbaik untuknya.