ALBERT POV
Aku melihat akhir - akhir ini tingkah Adelle tidak seperti biasanya dan sepertinya ia menyembunyikan sesuatu dariku.
Lalu aku mencari tau apa yang ia sembunyikan dariku dan ternyata aku selama ini di bohongi oleh Adelle jika ia menjalin hubungan dengan gurunya.
Aku tidak sengaja menemukan diary Adelle yang berisi tentang hubungan yang ia jalin selama tiga bulan dengan gurunya yang sudah beristri.
Saat itu rasanya aku sangat marah terhadap Adelle karena ia menyembunyikan hal ini dariku. Tidak beberapa lama Adelle tiba di rumah bersama temannya dan saat itu aku menginterogasi nya.
" Ada yang ingin ayah bicarakan padamu." Kataku dengan nada tegas.
" Apa yang ingin ayah bicarakan padaku?" Tanya Adelle padaku.
Aku menyerahkan diary padanya dan saat itu Adelle terlihat sangat terkejut mengetahui aku membaca diary nya dan aku memarahinya karena ia berpacaran dengan gurunya yang sudah beristri.
Adelle terlihat merasa bersalah dengan menundukkan kepala dan ia meminta maaf padaku. Lalu aku menyuruhnya untuk memutuskan hubungan nya dengan gurunya dan ia menganggukkan kepala.
Lalu ia masuk ke dalam kamar nya dan rasanya ini pertama kalinya aku memarahinya. Sejujurnya aku merasa bersalah karena sudah menyakiti hatinya tetapi aku tidak ingin ia seperti Irene.
***
Sore ini Amanda mengajakku untuk bertemu dan sepertinya ada hal serius yang ingin ia bicarakan. Kami bertemu di sebuah kafe dan Amanda terlihat lebih kurus seperti ia menanggung beban di pundak nya.
Saat itu Amanda memutuskan hubungan kami karena anak - anaknya tetap tidak setuju dan ia memilih menyerah dengan hubungan kami.
Waktu itu aku menghormati keputusan Amanda dan aku tidak memaksakan kehendak jika itu yang ia mau.
" Maafkan aku harus mengakhiri hubungan kita karena aku tidak ingin kehilangan anak - anakku." Kata Amanda sambil menahan tangis.
" Tidak apa - apa. Kita masih bisa berteman seperti dulu." Kataku sambil memegang tangannya.
Tiba - tiba aku melihat Irene bersama seorang pria dan saat itu Amanda terlihat sangat terkejut melihat Irene bersama pria itu.
Ternyata pria yang bersama Irene adalah mantan suami Amanda dan aku tidak menyangka jika Irene berselingkuh dengan pria itu.
Tiba - tiba Amanda menghampiri mereka dan ia memaki Irene di depan banyak orang dan mengejeknya sebagai perebut suami orang.
Saat itu aku berusaha menarik Amanda pergi dari sana karena perhatian semua orang tertuju kepada kami.
***
Aku melihat kemarahan di wajah Amanda dan aku tau ia sakit hati melihat Irene yang menjadi penyebab keretakan rumah tangga nya.
Aku meminta maaf padanya atas kesalahan Irene dan ia menyuruh ku untuk tidak meminta maaf atas kesalahan orang lain.
Tidak beberapa lama Amanda sampai di rumah dan supirnya mengantarku sampai ke rumah. Entah kenapa aku merasa hatiku sakit mengingat hubungan ku dengan Amanda berakhir seperti ini tetapi kami bisa berteman seperti dulu.
***
Saat tiba di rumah, aku melihat Adelle yang bertengkar dengan pria itu. Aku berusaha melerai pertengkarannya mereka dan mengusir pria itu dari rumahku.
Pria itu seperti tidak rela di putuskan oleh Adelle hingga aku terpaksa mengusirnya dengan paksa dari rumahku.
Adelle terlihat menangis dan aku memeluknya dengan erat dan berusaha menenangkan nya. Aku tau ini sangat berat untuk nya tetapi aku tidak ingin ia berbuat kesalahan seperti yang di lakukan Irene.
" Berhentilah menangis, ayah tau ini berat untukmu tetapi ayah tidak ingin kau melakukan kesalahan seperti yang di lakukan ibumu." Kataku sambil menghapus air matanya.
" Maafkan kesalahan Adelle." Kata Adelle sambil menahan tangis.
Adelle masuk ke dalam kamar nya dan aku tau ia butuh waktu untuk menenangkan diri. Tiba - tiba ada yang mengetuk pintu dan aku sangat terkejut melihat kedatangan Ben ke rumah.
Ia membawakan makanan untukku dan ia baru saja naik jabatan sehingga ia ingin merayakan nya bersama ku.
Saat itu aku berusaha bersikap tidak terjadi apa-apa di depan Ben.
Waktu itu Ben bertanya tentang Adelle dan aku memberitahu nya jika Adelle sedang beristirahat di kamarnya.
" Ben kesini ingin merayakan naik jabatan sehingga membawa makanan sebanyak ini." Kata Ben sambil mengeluarkan makanan dari kotak.
" Seharusnya kau tidak perlu membawa makanan sebanyak ini." Kataku sambil menatap makanan di atas meja.
Sejujurnya aku sangat senang Ben datang ke rumah karena aku sangat merindukan nya. Saat itu aku menyuruhnya untuk tinggal di rumah tetapi ia tidak merespon perkataanku.
Tidak beberapa lama ia berpamitan karena harus kembali ke kantor. Sebelum ia pergi, ia memberiku amplop yang berisi uang dan setelah itu ia pergi.
Aku tau Ben tidak akan melupakan ku karena ia sudah menganggap ku sebagai orang tuanya. Aku berharap ia menjadi orang sukses dan tidak melupakan kami.
***
Tidak beberapa lama Adelle keluar dari kamar dan ia sangat terkejut melihat banyak makanan di atas meja. Aku memberitahu nya jika Ben tadi datang membawakan makanan karena ia naik jabatan.
Adelle terlihat sangat bahagia mendengarnya hal itu dan aku mengajaknya makan bersama. Aku senang Adelle kembali seperti semula dan ia tidak terlihat sedih seperti tadi.
Setelah makan, aku mengajaknya pergi dan ia sangat senang ketika aku mengajaknya ke taman hiburan. Aku sangat senang melihat kebahagian yang terpancar di wajah Adelle.
" Apa kau senang berada disini?" Tanyaku padanya dan ia mengangguk tanda setuju.
" Terima kasih ayah sudah mengajakku kesini. Aku sangat bahagia." Kata Adelle sambil memelukku dengan erat.
Aku merasa Adelle satu - satunya hartaku paling berharga dan tidak ada yang bisa menggantikan nya dengan apapun.
Setelah puas berada di taman hiburan, kami memutuskan untuk pulang ke rumah dan di tengah perjalanan, kami tidak sengaja melihat seorang wanita berteriak minta tolong dan saat itu aku memarkirkan mobil di pinggir jalan untuk menolong wanita itu.
Aku menyuruh Adelle menunggu di dalam mobil. Lalu aku melihat wanita meminta tolong padaku dan saat itu aku melihat dua pria datang ke arah ku.
" Lebih baik kau menyingkir dari sini! Wanita itu milik kami!" Kata pria berbaju hitam sambil menyuruhku pergi.
" Aku tidak akan pergi sebelum kalian yang pergi dari wanita itu!" Kataku sambil berteriak di depan pria itu.
Tiba - tiba pria itu menyerang ku tetapi aku berhasil menghindar. Tidak beberapa lama terdengar bunyi mobil polisi dan kedua pria itu pergi meninggalkanku.
Aku langsung datang menghampiri wanita itu dan ia terlihat sangat ketakutan dan aku berusaha menenangkan nya jika semuanya baik-baik saja.
Lalu wanita itu berterima kasih kepada ku karena telah menolongnya. Kemudian ia mengambil uang di dompet nya dan saat ia ingin memberiku uang, aku menolak uang pemberian nya dan menyuruhnya untuk segera cepat pulang.