ALBERT POV
Aku bersyukur karena kondisi Lucy mulai membaik dan ia mulai bekerja di toko. Suatu hari tokoku kedatangan seorang pria dan ternyata pria itu adalah distributor makanan kemasan.
Ia menawarkan produknya padaku untuk di jual di tokoku dan saat itu aku merasa produknya sangat bagus sehingga aku membolehkan ia menitipkan produknya di tokoku.
Setelah itu Lucy membantuku menyusun barang - barang di etalase dan kali ini barang yang kami jual bertambah.
Tidak beberapa lama ada pembeli yang datang dan aku menyuruh Lucy untuk melayani pembeli. Sedangkan aku menghitung stok barang yang ada di tokoku.
" Lucy, tolong layani pembeli. Biar paman yang menghitung stok barang di etalase." Kataku sambil menyuruhnya melayani pembeli.
" Baik paman." Kata Lucy sambil menghampiri pembeli.
Tidak terasa hari ini sudah memasuki awal tahun dan aku berharap tokoku semakin maju. Tidak beberapa lama Felicia datang ke toko dan ia sangat senang melihat perkembangan tokoku yang semakin berkembang.
Saat itu Felicia ingin menawarkan padaku untuk membuka cabang di luar kota dan kebetulan ada adiknya yang akan mengurus toko.
Waktu itu aku belum berpikir untuk membuka cabang karena aku masih fokus mengurus usahaku yang baru di rintis.
" Mohon maaf, untuk saat ini saya belum ada rencana untuk membuka cabang karena saya masih fokus dengan usaha saya yang sekarang." Kataku sambil memberitahu Felicia dan ia tidak memaksaku jika aku belum mau.
" Baiklah kalau begitu. Jika anda berubah pikiran, hubungi saya." Kata Felicia sambil berpamitan padaku.
Setelah itu ia pergi dan aku melanjutkan pekerjaan ku. Lalu Lucy membantuku sampai pekerjaan kami selesai tepat jam makan siang.
Lalu aku mengajak Lucy untuk makan siang bersama dan ia terlihat sangat kelelahan. Aku merasa Lucy tidak bisa bekerja terlalu berat sehingga aku memberinya pekerjaan yang ringan.
Aku tidak ingin melihatnya jatuh sakit seperti dulu sehingga aku menyuruhnya istirahat jika ia merasa kelelahan.
" Lucy, jika kau merasa lelah, istirahat saja. Paman tidak akan memaksamu bekerja terlalu berat." Kataku sambil memberitahu nya dan ia menganggukkan kepala.
" Paman tenang saja. Sejauh ini Lucy masih kuat untuk bekerja." Kata Lucy sambil meyakinkanku jika ia masih kuat untuk bekerja.
Setelah selesai makan siang, kami kembali ke toko. Tiba-tiba aku melihat Irene datang ke tokoku dan aku melihat perubahan yang terjadi pada dirinya.
Ia terlihat lebih kurus dan sepertinya ia sudah berubah dan kembali seperti Irene yang dulu ku kenal. Waktu itu ia sengaja datang ke tokoku untuk berbelanja sekaligus melihat - lihat tokoku yang baru.
Ia bercerita jika hubungan nya dengan Adelle sudah membaik dan aku sangat terkejut mengetahui hal itu karena Adelle tidak bercerita apapun padaku.
" Aku sangat terkejut mendengar hal ini karena Adelle sama sekali tidak bercerita apapun padaku." Kataku sambil memasukkan barang belanjaan Irene ke dalam kantong plastik.
" Aku juga tidak mengira jika Adelle yang pertama kali menghubungi ku dan ia meminta maaf padaku atas sikapnya padaku." Kata Irene padaku sambil mengeluarkan uang dari dalam dompet nya.
Setelah selesai berbelanja, aku menyuruh Irene untuk menungguku karena aku ingin menutup toko lebih awal. Aku melihat Lucy yang duduk seperti kelelahan.
Aku memutuskan untuk mengajak Irene ke rumah Clark karena aku tau ia sudah lama tidak berkunjung kesana.
Irene dengan senang hati mau ikut bersama ku ke rumah Clark karena daridulu ia berhubungan baik dengan adikku.
" Aku yakin Clark pasti tidak menyangka dengan kedatangan mu ke rumah nya." Kataku sambil menutup toko.
" Sebelum kita kesana, aku ingin membawakan makanan untuk Clark." Kata Irene sambil memberitahu ku.
Akhirnya aku mengajak Irene pergi ke toko kue milik Wendy dan saat tiba disana, aku sengaja tidak turun dari mobil karena aku tidak ingin Wendy melihat ku bersama Irene.
Tidak beberapa lama Irene membawa dua kotak besar yang berisi kue dan roti untuk ia bawa ke rumah ke rumah Clark.
Aku memberitahu Irene jika saat ini aku dan Adelle tinggal di rumah Clark dan aku berencana untuk menjual rumah ku agar menghindari Thomas.
" Syukurlah kau dan Adelle tinggal di rumah Clark. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika kalian masih tinggal disana." Kata Irene sambil merapikan rambutnya.
" Sejujurnya sudah lama aku ingin menjual rumah itu untuk modal usahaku dan sebagian untuk membeli rumah yang baru tetapi sampai sekarang belum ada yang membeli rumahku." Kataku sambil menyetir mobil.
Tiba - tiba di depan ku ada sebuah truk dan aku berusaha menyingkir dari truk itu. Lalu aku dan Irene menyadari jika truk itu oleng sehingga mengalami kecelakaan.
Aku bersyukur karena kami selamat dari kecelakaan itu. Tidak beberapa lama kami sampai di rumah Clark dan aku bercerita pada Clark kejadian saat kami berada di tengah perjalanan.
Clark sangat terkejut mendengar hal itu dan ia bersyukur kami selamat dari kecelakaan itu. Entah kenapa aku merasa Clark sangat ingin aku kembali rujuk dengan Irene tetapi aku tidak mungkin kembali bersama nya karena aku menganggap Irene seperti saudara sendiri.
***
Tidak beberapa lama Irene berpamitan kepada kami dan saat itu Clark memberitahu ku jika sepertinya Irene sudah berubah dan ia sangat berharap aku kembali bersama Irene.
Aku memberitahu nya jika aku tidak mungkin kembali bersama Irene karena hubungan kami seperti saudara. Clark sangat menyayangkan hal itu tetapi ia tidak bisa berbuat apa - apa.
Tiba-tiba ponselku berbunyi dan ternyata Ben menghubungi ku. Ia memberitahu jika setengah jam lagi ia akan datang ke rumah.
" Ayah, sebentar lagi aku akan sampai di rumah paman Clark. Ada yang ingin aku bicarakan dengan ayah." Kata Ben sambil memberitahu ku.
" Baiklah, ayah tunggu di rumah." Kataku sambil mengakhiri pembicaraan.
Sejujurnya aku penasaran terhadap apa yang akan di bicarakan oleh Ben karena tidak biasanya ia seperti ini. Tidak beberapa lama ia sampai di rumah.
Lalu ia bercerita padaku jika perusahaan nya baru saja mendapat proyek besar dan aku sangat senang mendengar nya.
Aku tau Ben seorang pekerja keras dan dalam waktu tiga bulan ia mendapatkan proyek besar dari perusahaan asing.
Ben ingin mengajak kami semua makan malam bersama untuk merayakan proyek barunya. Saat itu Lucy ikut bergabung bersama kami dan ia turut senang mendengar kabar berita dari Ben.
Aku merasa Lucy jatuh cinta kepada Ben tetapi sayangnya aku merasa Ben tidak memiliki perasaan padanya dan aku tidak bisa memaksakan Ben untuk bersama Lucy.
Beberapa jam kemudian, Ben mengajak kami makan malam di restoran bintang lima yang terkenal mewah dan sering di kunjungi oleh kalangan atas.
Aku berharap kali ini hubungan ku dengan Ben semakin baik meskipun Ben tidak tau jika ayah nya melarang ku untuk berhubungan dengan Ben.