ALBERT POV
Hari ini aku mulai berjualan di tempat yang baru. Aku tidak menyangka jika John dan Felicia sudah menyiapkan semua barang - barang di etalase toko dan aku tinggal berjualan saja.
Tidak beberapa lama banyak orang yang berdatangan untuk membeli dagangan ku dan mereka kebanyakan adalah pelanggan setiaku.
Felicia yang memberitahu orang - orang jika aku berjualan di tempat yang baru dan kali ini mereka sangat senang karena melihat ku bisa berjualan lagi seperti biasanya.
" Syukurlah Pak Albert sekarang berjualan di toko yang baru." Kata salah satu pelanggan setiaku.
" Ini semua berkat pertolongan dari Tuhan dan Ibu Felicia beserta suami yang banyak membantu saya sehingga bisa berjualan lagi." Kata ku sambil memberitahu pelanggan ku dan mereka sangat senang melihat tempat yang baru karena lebih rapi dan mereka tinggal memilih barang - barang yang akan di beli.
Tidak beberapa lama Felicia dan John datang ke tokoku dan mereka sangat senang melihat antusias orang - orang yang berdatangan ke tokoku.
Mereka berharap semoga tokoku bisa maju seperti dulu dan jika aku membutuhkan sesuatu, mereka dengan tangan terbuka mau membantuku.
***
Entah kenapa aku merasa butuh seorang karyawan untuk membantuku berjualan sehingga aku berinisiatif untuk mengajak Lucy bekerja di tokoku karena ia baru saja resign dari kantornya yang dulu.
Setelah toko tutup, aku pulang ke rumah dan tidak beberapa lama aku tiba di rumah Clark. Saat itu aku membicarakan tentang tawaran kerja sebagai asisten toko kepada Lucy dan Clark.
Saat itu Clark menyuruh Lucy untuk menerima tawaran pekerjaan dariku dan Lucy langsung menerima tanpa berpikir panjang.
Sejujurnya aku sangat senang ia menerima tawaran pekerjaan dariku karena aku tidak perlu menunggu lama untuk mencari karyawan baru.
" Terima kasih atas tawaran pekerjaan nya. Lucy sangat senang bisa bekerja di tempat baru Om Albert." Kata Lucy sambil berterima kasih kepada ku.
" Sama - sama Lucy. Om yakin kau bisa bekerja dengan baik di toko baru Om." Kataku sambil menyemangatinya.
Saat itu aku memberitahu nya jika mulai besok ia bisa bekerja di tokoku. Clark sangat berterima kasih kepada ku karena aku sudah menawari Lucy untuk bekerja di tokoku yang baru.
Aku sangat bersyukur bisa membantu keponakan ku untuk mendapatkan pekerjaan dan aku akan mendidik Lucy untuk menjadi pegawai yang jujur dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan nya.
Aku tau Lucy seorang pekerja keras dan ia sama persis seperti Clark. Clark mendidik anak - anaknya untuk menjadi pribadi yang mandiri dan rajin bekerja agar masa depan mereka cerah.
***
Tidak terasa waktu menunjukkan pukul tujuh malam dan saatnya kami makan malam bersama. Aku memberi tahu Adelle jika mulai besok, Lucy bekerja di tokoku yang baru.
Mendengar hal itu, Adelle terlihat sangat senang dan ia mengucapkan selamat kepada Lucy karena diterima bekerja di tokoku.
Malam itu terasa sangat berbeda dan aku merasakan kedamaian dengan berkumpul bersama keluargaku. Mereka lah yang membuatku semangat untuk melanjutkan hidup.
***
Keesokkan harinya aku terbangun ketika mendengar ada yang mengetuk pintu kamar ku dan aku mengira itu adalah Adelle yang mengajakku untuk sarapan bersama.
Saat itu aku beranjak dari tempat tidur dan aku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai, aku berpakaian dan ikut bergabung dengan yang lain untuk sarapan.
Waktu itu aku melihat Lucy sudah berpakaian rapi dan ia seperti sudah siap untuk bekerja. Setelah selesai sarapan, aku berangkat ke toko bersama Lucy dan di sepanjang jalan, aku menjelaskan apa saja tugasnya dan ia menuruti semua perintah ku.
" Sesampainya di toko, kau tolong atur barang - barang di etalase dan lakukan pencatatan setiap ada barang yang terjual." Kataku sambil memberinya instruksi.
" Baik paman, akan saya kerjakan saat mulai bekerja." Kata Lucy sambil meresponku.
Tidak beberapa lama kami tiba di toko dan Lucy mulai mengerjakan tugasnya. Aku mengawasi pekerjaan nya dan ia terlihat sangat detail dalam mengatur barang - barang di etalase.
Satu demi satu pelanggan ku mulai berdatangan dan aku mengenalkan Lucy kepada mereka. Mereka terlihat sangat puas dengan pelayanan yang di berikan Lucy kepada mereka.
***
Tidak terasa waktu menunjukkan pukul setengah dua belas dan saatnya beristirahat. Saat itu Lucy masih mencatat pembukuan dan aku menyuruhnya untuk beristirahat dan melanjutkan pekerjaan nya setelah makan siang.
Setelah itu aku mengajaknya makan siang di sebuah kafe yang letaknya tidak jauh dari toko. Aku melihat Lucy sangat kelaparan saat melahap makanannya.
Aku sudah menganggap Lucy seperti anak kandung ku sendiri apalagi Lucy anak paling bungsu dan ia sangat manja kepada ayahnya.
" Bagaimana hari ini bekerja di toko?" Tanyaku sambil melihat responnya.
" Lucy sangat senang bekerja di toko." Kata Lucy sambil tersenyum padaku.
Aku merasa Lucy sangat cocok jika di jodohkan dengan Ben karena Lucy seorang wanita yang apa adanya dan jujur. Aku yakin Ben tidak akan menolak Lucy jika aku yang mengenalkan Lucy padanya.
Setelah selesai makan siang, kami kembali ke toko dan mulai berjualan sampai sore. Di hari pertama bekerja, Lucy terlihat bersemangat dalam bekerja dan sejauh ini ia tidak mengeluhkan apapun.
***
Saat makan malam, Lucy menceritakan pengalaman nya bekerja di tokoku dan ia sangat senang bisa bekerja dengan ku.
Clark sangat senang mendengar hal itu dan ia menasehati Lucy untuk bekerja dengan baik. Setelah selesai makan malam, Adelle mengajak ku ke kamarnya dan ia bercerita jika tidak sengaja bertemu dengan gurunya saat di sekolah yang dulu pernah menjadi kekasihnya.
Saat itu pria itu memaksa Adelle untuk kembali bersamanya tetapi Adelle menolak dan tidak mau berhubungan lagi dengannya.
" Syukurlah kau menolaknya. Ayah dari dulu tidak setuju jika kau berhubungan dengan pria itu." Kataku sambil memberitahu nya.
" Adelle tidak ingin mengulangi kesalahan untuk yang kedua kali." Kata Adelle sambil merapikan rambutnya.
Aku tau Adelle seorang wanita yang baik dan ia tidak mau mengikuti jejak Irene yang dulu merebut suami orang lain. Aku berharap tidak lama lagi Adelle segera mendapatkan pasangan karena aku sangat ingin melihat nya menikah dan memiliki anak.
Aku merasa usiaku sudah tua dan aku sangat ingin menimang seorang cucu dari Adelle. Saat itu Adelle memintaku untuk tidur di sampingnya seperti ia masih kecil dulu.
Aku teringat ketika Adelle berusia delapan tahun, ia pernah meminta ku untuk tidur di sampingnya dan saat itu aku mendongeng untuknya.
Kali ini aku yang melihatnya tertidur pulas karena ia terlihat sangat kelelahan setelah bekerja seharian. Aku selalu berdoa yang terbaik untuk Adelle karena ia seorang anak yang baik dan tidak pernah memikirkan dirinya sendiri.
Selama ini ia rela berkorban untukku dengan bekerja keras agar kehidupan kami jauh lebih baik daripada yang dulu.