BAB 45

1051 Kata
THOMAS POV Hari ini aku seperti biasa ke kantor dan saat tiba di kantor, aku sangat terkejut melihat Felix. Saat itu aku menyuruh nya untuk masuk ke dalam ruang kerjaku. Saat itu Felix meminta maaf padaku atas sikapnya padaku dan ia menyadari kesalahannya padaku. Rasanya aku tidak menyangka Felix akan meminta maaf padaku dan aku memaafkannya. Aku memeluknya dengan erat dan memintanya untuk kembali pulang ke rumah karena aku sangat merindukan nya. " Maafkan kesalahan Felix. Selama ini Felix terlalu egois dan menyalahkan papa atas meninggalnya mama. Tapi Felix berpikir ini semua hanya kesalah pahaman." Kata Felix sambil meminta maaf padaku. " Papa sudah memaafkanmu. Yang penting sekarang kita berkumpul seperti dulu." Kataku sambil memeluknya dengan erat. Saat itu aku mengajak Felix sarapan bersama di resto sebelah kantor ku. Waktu itu Felix memutuskan untuk segera menyelesaikan kuliahnya. Ia sangat ingin menjadi pengusaha seperti ku dan aku sudah memutuskan jika ia yang akan meneruskan perusahaan ku. Hari ini Felix akan mengemasi barang-barang nya dan ia akan pulang ke rumah. Aku sangat senang mendengar nya dan aku yakin ini semua berkat Brenda yang berhasil membujuknya untuk pulang ke rumah. *** Aku menghubungi Brenda dan mengucapkan terima kasih padanya karena sudah berhasil membujuk Felix untuk pulang ke rumah. Saat itu Brenda mengajakku makan malam bersama di rumah nya dan aku menerima ajakan nya. Sepulang dari kantor, aku langsung ke rumah Brenda dan disana Brenda sudah menyiapkan berbagai makanan di meja. Sejujurnya aku terpesona melihat kecantikan nya yang memukau dan ia terlihat sangat natural. Waktu itu aku memuji kecantikannya dan ia tersipu malu. " Kau sangat cantik malam ini." Kataku sambil memujinya. " Terima kasih atas pujiannya." Kata Brenda sambil mempersilakanku duduk. Saat itu kami berbincang sebentar sampai akhirnya Brenda mengajakku makan malam. Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu dan Brenda berjalan ke arah pintu. Ternyata yang datang adalah Felix dan ia sangat terkejut melihat ku berada di rumah Brenda. Saat itu Brenda sengaja mengundang Felix untuk makan malam bersama kami. Felix terlihat bingung dan meminta penjelasan kepada Brenda. Lalu Brenda menjelaskan kepada Felix jika ia sengaja mengundang Felix dan aku makan malam bersama. " Tante sengaja mengundang mu dan ayahmu untuk makan malam bersama sebagai bentuk perayaan kau telah kembali ke rumah." Kata Brenda sambil menyuruh Felix untuk duduk di samping ku. " Terima kasih sudah menyatukan ku dengan anakku." Kataku sambil menatap Felix yang duduk di samping ku. Tidak beberapa lama kami makan malam bersama dan rasanya malam ini sangat membahagiakan karena aku bisa berkumpul dengan Felix. Setelah selesai makan malam, kami sangat terkejut ketika Felix mengungkapkan keinginan nya agar aku menikah dengan Brenda. Aku dan Brenda saling berpandangan dan kami tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Felix. Felix terlihat kesal saat melihat kami tertawa dan aku berpamitan kepada Brenda. **** Di tengah perjalanan, Felix bertanya tentang hubungan ku dengan Brenda dan aku memberitahu nya jika aku sebatas berteman dengan Brenda. Waktu itu Felix sangat ingin aku menikah dengan Brenda karena ia menilai Brenda seorang wanita yang baik seperti Diana. Aku tau Felix sangat merindukan sosok seorang ibu dan ia mendapatkan sosok seorang ibu dari Brenda. Ku akui Brenda seorang wanita yang baik dan bijak tetapi untuk saat ini aku tidak ingin menjalin hubungan dengan wanita lain. " Felix sangat ingin papa menikah dengan Tante Brenda karena beliau sangat baik dan penyayang. Felix yakin papa bahagia hidup bersama nya." Kata Felix sambil membujukku untuk bersama Brenda. " Untuk saat ini papa tidak ingin menjalin hubungan dengan wanita manapun karena papa ingin fokus dengan bisnis." Kataku sambil menyetir mobil. Saat itu Felix terdiam dan ia tidak mengucapkan sepatah kata pun sampai kami tiba di rumah. Ia memilih masuk ke dalam kamar nya dan aku tau Felix terlihat kecewa karena aku menolak keinginannya untuk menjalin hubungan asmara dengan Brenda. Aku memutuskan untuk menyendiri di dalam kamar sambil merenungi apa yang telah terjadi di dalam hidupku. Aku melihat foto Diana yang berada di atas nakas dan aku merasa tidak ada yang bisa menggantikan Diana di hatiku. Aku tidak ingin memberi harapan lebih kepada Brenda karena aku merasa ia bisa mendapatkan pria yang lebih baik dariku. *** Keempat harinya aku terbangun dan mencium bau makanan. Saat itu aku merasa ada yang sedang memasak. Lalu aku keluar dari kamar dan melihat Felix yang sedang memasak di dapur. Aku tidak menyangka jika ia bisa memasak dan aku merasa ini semua berkat Brenda yang mengajarinya memasak mengingat Brenda tinggal sendiri di rumah nya dan ia setiap hari memasak. Saat itu Felix selesai memasak dan ia menghidangkan makanan di atas meja. Lalu ia mengajakku untuk sarana bersama. " Ayo kita sarapan bersama." Kata Felix sambil mengajakku sarapan bersama. Waktu itu aku sarapan bersama nya dan aku melihat banyak perubahan yang terjadi di diri Felix. Ia berubah semenjak bertemu dengan Brenda dan sekarang ia lebih peduli dengan orang - orang di sekitarnya. Aku tidak menyangka jika masakan buatannya sangat enak dan kali ini aku memuji masakannya. Saat itu Felix berkeinginan untuk mendirikan sebuah restoran dan aku mendukung keinginan nya. Tidak beberapa lama aku berangkat ke kantor karena pagi ini aku ada rapat penting. Saat tiba di kantor, semua orang sudah menunggu ku dan kami memulai rapat. *** Setelah selesai rapat, aku kembali ke ruang kerjaku dan melihat laporan keuangan bulan ini. Entah kenapa aku merasa ada yang tidak beres dengan keuangan bulan ini dan akhirnya aku pergi ke bagian keuangan untuk mengecek laporan keuangan bulan ini. Entah kenapa aku merasakan kejanggalan saat bagian keuangan menjelaskan laporan yang ia buat sehingga aku memanggil audit untuk memeriksa laporan keuangan. Ternyata di temukan banyak kejanggalan dan akhirat aku tau jika bagian keuangan melakukan kecurangan yang merugikan perusahaan sehingga ia di berhentikan dari perusahaan. " Aku tidak menyangka selama ini kau merugikan perusahaan. Mulai sekarang kau ku pecat tanpa pesangon dan kemasi barang - barangmu dari perusahaan ku!" Kataku sambil menyuruh pergi untuk mengemasi barang-barang nya. Saat itu aku sempat berpikir untuk melaporkan nya tetapi aku tidak tega karena ia memiliki banyak anak sehingga aku mengurungkan niatku. Aku segera memecatnya tanpa memberinya pesangon karena ia merugikan perusahaan. Waktu itu ia memohon padaku untuk tidak melaporkan nya dan aku menuruti perkataan nya. Tidak beberapa lama aku melihat ia membawa barang - barangnya keluar dari kantor dan ia menjadi bahan pembicaraan di kantor. Aku berharap semoga kejadian ini tidak terulang lagi karena aku tidak ingin memiliki pegawai yang tidak jujur.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN