"Al... kangen" suara dr Andri terdengar renyah di telinga aku membalikan badanku menghadap wajahnya, dr Andri mencium bibirku dengan lembut, kami saling tatap seperti seseorang yang baru berjumpa, bagaimana bisa seseorang yang selalu kulihat setiap harinya, membuat rindu sedalam ini. meski belakangan ada masalah yang datang tiba tiba kurasa kami sudah mulai menjadi intens lagi, namun rindu yang selalu menjelma dalam d**a, tiap harinya semakin menumpuk kami tidak bisa membohongi perasaan kami, hanya ingin berdua menghabiskan waktu seharian, namun apalah daya kami tidak bisa langsung mengumumkan hubungan kami di teman teman kantor kami. "Al, makan siang bareng ya" ucapnya "dokter kenapa?" aku bertanya padanya, kurasa sikapnya seperti kekanak Kanakan. "emang ga boleh makan sama pasangan s

