Keesokan harinya di kediaman keluarga Pradipta.
"Abang? kata Monica semalam kamu datang ke boutique ya? sama siapa Bang?" tanya Mama Rara saat sang anak sudah duduk di kursi makan.
"Sekretaris baru Ma." jawab Raffa singkat, ia lalu mulai menyendokan satu suap nasi goreng seafood kedalam mulutnya.
Wajah Mama Rara pun berbinar senang, kala mendengar penuturan sang anak. beliau bersyukur ternyata anak laki-laki nya sudah mulai dekat dengan seorang wanita, sebab selama ini yang Mama Rara tau sang anak tak pernah sekalipun terlihat dekat dengan seorang wanita, hingga Mama Rara pun sempat berburuk sangka dan menganggap anak sulungnya itu penyuka sesama jenis.
namun rumor itu terbantahkan saat malam tadi Monica sang keponakan menelpon dirinya dan memberi kabar bahwa Raffa datang ke boutique bersama dengan seorang wanita yang cantik nan sexy.
"Abang? bawa sekretaris kamu main kesini, ya?" ucap Mama Rara saat mereka semua sudah menyelesaikan sarapan paginya.
Raffa yang sedang mengelap sudut bibirnya dengan tisu pun menoleh. "Mau ngapain lagi sih, Ma?" dari nada bicaranya jelas Raffa tidak setuju. untuk apa juga sang Mama ingin bertemu dengan sekretaris barunya itu.
"Mama pengen kenal dia lebih dekat aja." Ujar Mama Rara to the point. Ya, sepertinya Mama Rara memang mengharapkan anak bujang nya itu menikah dalam waktu dekat. siapa tau saja sekertaris baru itu adalah jodoh sang anak. begitu pikir Mama Rara.
Raffa menggelengkan kepalanya heran. dari ucapan sang Mama Raffa dapat menyimpulkan bahwa akan ada acara perjodohan lagi setelah ini.
Raffa sudah dapat menebak itu, sudah pasti sang Mama ingin menjodohkannya dengan Queen sekertaris pribadinya yang sexy itu.
"Nggak Mama, jangan jodoh-jodohin aku lagi!!!" tolak Raffa dengan tegas. Meski sang Mama tidak membicarakan secara langsung namun Raffa sudah bisa menebaknya.
Mama Rara pun tersenyum tipis. "Siapa yang mau jodohin kamu sih, Bang?" tanya Mama Rara lalu menaik-turunkan sebelah alis matanya. "Atau emang Abang berharapnya Mama bakal jodohin kamu dengan sekretaris baru itu, iya begitu?" kini Mama Rara sudah berhasil menggoda sang anak, dan membuat wajah Raffa menjadi merah karena malu. "Orang Mama cuman pengen kenal dekat sama sekretaris kamu. Ya wajar dong dia kan juga bakal tau tentang rahasia perusahaan nantinya. Kita biar akrab seperti keluarga, jadi nanti Mama berharap nggak akan terulang lagi masalah seperti dulu." Mama Rara berucap panjang lebar.
Ya, kejadian sekretaris perusahaan yang dulu menggelapkan dana hingga ratusan triliun membuatnya menjadi trauma. Kini Mama Rara berusaha dekat dengan seorang yang akan menjadi sekertaris pribadi di perusahaan. Menjalin hubungan yang baik agar kedepannya tidak terulang lagi masalah seperti kemarin.
Skak Mat
Raffa menjadi malu bukan main saat mendengar penjelasan sang Mama, ternyata Mama Rara hanya ingin mengenal dan menjalin hubungan baik dengan Queen, layaknya keluarga agar Queen merasa nyaman bekerja di perusahaan Gemilang Pradipta Sejahtera dan yang pasti agar Queen mampu menjaga semua rahasia perusahaan dengan baik. tidak tergoda dengan banyak godaan diluar sana yang ingin menjatuhkan perusahaan. seperti sekertaris nya yang terdahulu.
"Aku pamit Ma, Pa, Assalamualaikum." Raffa yang malu karena sudah salah sangka pun memilih pergi berangkat kerja.
"Abang? kamu naksir ya sama Queen?" tebak Mama Rara berteriak, namun sayang sang anak tidak mendengarkannya karena Raffa sudah berjalan jauh sampai ke pintu depan.
"Mama?" panggil Papa Agha pada sang istri. "Jangan teriak-teriak, Ma!" larang Papa Agha. beliau lalu menyesap kembali kopi hitam miliknya yang sudah tidak panas lagi.
Mama Rara pun mencebikan bibirnya kesal, tak tahukah Papa Agha bahwa saat ini Mama Rara tengah senang lantaran beliau melihat sudah mulai tumbuh benih-benih cinta di mata sang anak.
Mam Rara bisa menyimpulkan hal itu karena semalam Monica juga bercerita bahwa Raffa dengan sengaja memilihkan pakaian yang tertutup untuk sekretaris sexy nya itu.
bukankah itu pertanda bahwa Raffa tidak rela melihat Queen di pandang lebih oleh orang lain.
Ahh ... Mama Rara jadi tidak sabar ingin bertemu langsung dengan Queen, seorang perempuan cantik yang sudah berhasil membuat Raffa menjadi perduli dengan orang sekitarnya.
() () () ()
Perusahaan Gemilang Pradipta Sejahtera ( PT. GPS ).
Seperti biasa sebelum memulai bekerja Raffa selalu menyempatkan waktu untuk menikmati esspreso, minuman favoritnya itu. bahkan Raffa sengaja mendesain satu ruangan khusus hanya untuk meracik minuman berkafein itu. agar Ia bisa kapan saja membuat esspreso tanpa menyuruh orang lain.
Saat Raffa sedang menikmati secangkir esspreso di tangan kanannya, tiba-tiba pintu ruangan pun terbuka tanpa seseorang mengetuk pintu itu terlebih dahulu, sontak Raffa yang terkejut pun tidak sengaja menumpahkan esspreso yang masih panas itu mengenai kemeja mahal miliknya yang berwarna merah itu.
"Kamu?" geram Raffa, ia lalu menaruh segelas esspreso itu di atas meja. "Apa kamu tidak bisa mengetuk pintu lebih dulu sebelum masuk!" ucap Raffa lalu menatap tajam ke arah Queen.
Queen yang sama kagetnya pun masih berdiri di depan pintu, salah Queen juga tadi tidak mengetuk pintu dulu.
tadinya Queen berpikir sang bos belum datang. ia sebagai sekretaris yang baru berinisiatif akan membuat satu gelas esspreso kesukaan bosnya itu.
Ya, kemarin Ayu bercerita bahwa Raffa sang CEO suka sekali dengan esspreso maka dari itu Queen bermaksud akan membuatkannya, tapi pada kenyataannya Raffa sudah datang dan membuat minuman itu sendiri.
"Maaf Pak, tadi saya pikir Bapak belum datang?" Queen yang tidak enak akan tindakan cerobohnya pun meminta maaf. ia lalu mendudukkan kepalanya sopan.
Raffa pun berdiri, ia lalu perlahan membuka satu persatu kancing kemejanya. "Kalau saya belum datang, untuk apa kamu masuk kedalam?" tanya Raffa tanpa menoleh kearah Queen. "Apa ada sesuatu hal yang ingin kamu rencanakan?" tuduh Raffa dengan kancing kemeja yang sudah terbuka sempurna, kini Ia sudah berdiri tepat di depan Queen. "Lihat gara-gara tindakan ceroboh kamu, kemeja saya jadi basah." tunjuk Raffa pada kemejanya.
Netra Queen membelalakkan seketika saat melihat pemandangan indah didepannya, ia pun menelan susah Salivanya.
OMG roti sobek!!!. gumam Queen kagum dalam hati. baru kali ini Queen secara langsung melihat tubuh indah seorang pria.
"Queen?" panggil Raffa pelan namun tidak di dengar Queen, sebab saat ini Queen tengah fokus melihat sesuatu berbentuk kotak berjumlah enam buah itu. "QUEEN!!!" hentak Raffa lebih keras, dan benar saja kali ini barulah wanita cantik itu menoleh.
"Ad--aa apa, Pak?" jawab Queen tergagap. ia lalu menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinga guna mengusir rasa gugup di hatinya.
Sial, kenapa gue ngeliatin roti sobek dia sih, jadi ketahuan kan! gerutu Queen dalam hati.
"Tolong ambilkan pakaian saya di lemari sana!" titah Raffa menunjuk pada satu ruangan di pojok sana.
Ya, ruangan itu Raffa desain khusus untuk tempatnya beristirahat jika lelah melanda.
di dalam ruangan itu terdapat kasur king size, lemari pakaian serta dapur kecil, tempatnya menaruh mesin esspreso itu.
Queen mengangguk patuh, tanpa banyak bicara ia lalu berjalan cepat menuju ruangan itu.
Daun pintu pun terbuka.
Wahh keren amat ini ruangan. gumam Queen kagum dalam hati.
Bukan menuju lemari Queen malah berjalan mengelilingi tempat itu. ia lalu melihat ke kanan dan kiri. menikmati pemandangan indah di depannya ini.
desain interior yang mewah dan berkelas benar-benar memanjakan pengelihatannya.
hingga netra bulat Queen menangkap ke sebuah sudut lemari yang berisikan beberapa foto yang terpajang di sana.
Queen pun berjalan mendekat guna melihat lebih jelas foto itu.
ternyata di sana terdapat foto beberapa anggota keluarga bos nya itu.
satu fakta yang membuat Queen tercengang ternyata Raffa adalah anak kembar.
itu terlihat saat sebuah foto seorang pria yang wajahnya sama persis dengan Raffa tengah berpelukan bersama seorang wanita dan di bawahnya terdapat tulisan "My Twin & My sister-in-law"
Raffi Athalariq Pradipta & Jessy Hansel ( suami-istri )
Waw mirip banget mereka, benar-benar kembar identik. gumam Queen heran dalam hati.
Raymond Athalariq Pradipta ( Adik Raffa & Raffi )
Queen pun melanjutkan langkahnya melihat foto di sebelahnya, kali ini ia melihat seorang pria tampan yang wajahnya pun tak kalah mirip dengan wajah sang bos.
Rashfiki Agha Pradipta ( Papa Agha )
Gila bapaknya bule cint, pantes anaknya cakep-cakep semua. hihihi
Kini pandangan Queen melihat pada sosok wanita yang cantik nan manis, yang terpajang tepat di samping foto pria tampan yang di ketahui sebagai ayah kandung Raffa itu.
Raisya Ayudia Inara ( Mama Rara )
Buset emaknya sih bos nih, gile cakep bener dah. gue yang cewek aja seneng liat muka dia lama-lama. Queen bergumam dalam hati.
Queen menggelengkan kepalanya heran. "Bener-bener Perfect Family." ucap Queen lirih lalu tersenyum.
"Siapa yang kamu bilang perfect Family tadi?" tanya Raffa yang sudah berada di samping Queen. ia lalu meletakkan kedua tangannya di atas pinggang.
"Astagfirullah Bapak, ngagetin saya aja." jantung Queen berdegup kencang saat suara bariton itu mengagetkan lamunannya. ia lalu mengelus dadanya perlahan.
"Saya suruh kamu ambil kemeja saya, bukan melihat isi lemari saya!" ucap Raffa terdengar tidak suka. jika orang lain yang melakukan hal ini Raffa sudah pasti murka karena sudah berani melihat isi dalam lemari Raffa tanpa seizinnya, tapi tidak dengan Queen.
ia melanggar peraturan perusahaan dengan tetap memakai rok pendek pun Rafa tidak bisa marah apalagi memecat Queen.
entah perasaan apa yang sedang Raffa rasakan saat ini. ia pun tidak tahu.
"Maafin saya, Pak." ucap Queen tertunduk. ia merasa tidak enak sudah membuat bosnya menunggu terlalu lama.
Raffa tidak menjawab ucapan sekretaris pribadinya itu, ia lalu berjalan kearah lemari pakaian di sudut ruangan guna mengambil salah satu kemeja ganti miliknya. "Apa kamu masih mau terus berdiri di situ?" ucap Raffa saat melihat Queen tetap berdiri di tempatnya, padahal jelas-jelas Raffa ingin berganti baju.
"Iya maaf Pak, kalau gitu saya keluar." Queen buru-buru melangkah kakinya keluar kamar mewah milik bos nya itu.
Sementara itu Raffa kini tengah menarik sudut bibirnya keatas membentuk sebuah senyuman.
beberapa hari bersama Queen hidupnya menjadi menyenangkan.
sudut kecil hati Raffa pun menghangat.
apakah ini tandanya ia sudah bisa melupakan Lindi? cinta pertamanya dulu.
Ya, Lindi Caroline seorang wanita cantik, energik dan b*******h.
kisah asmaranya keduanya terjalin manis selama hampir dua tahun.
di saat sebagian orang memilih berpacaran secara sehat, tapi tidak dengan Lindi.
wanita itu secara terang-terangan mengajak Raffa untuk melakukan making love.
tentu saja Raffa menolak keras keinginan wanita pujaannya hatinya itu.
Raffa begitu menghormati seorang wanita.
selama pacaran pun bahkan Raffa belum pernah berciuman dengan Lindi sekalipun.
karena sikap kakunya itu yang membuat Lindi akhirnya memutuskan hubungan mereka.
Lindi berpikir bahwa Raffa pria tidak normal, sebab Raffa tak pernah terlihat tergoda dengan bentuk tubuh Lindi yang sexy dan aduhai itu.
di samping itu Lindi wanita b*******h itu pun menginginkan pria yang bisa memenuhi hasrat di hatinya.