"Astagfirullah, gak boleh meluk - meluk. Kata Papah belum mahram," lepas Sihan dari pelukan erat Eagan. Sihan berkacak pinggang dan menatap ganas pria di depannya. "Kata Jono kamu dikerumuni banyak Wanita, benar?" Eagan mencari - cari Jono yang telah kabur duluan, sementara ke tiga sahabatnya yang baru datang terus menatap wanita asing di perusahaan Eagan. "Bos, siapa tuh? Cewek baru lagi?" tanya Aksara. Cewek baru lagi? Cewek baru lagi? Cewek baru lagi? Tiga pertanyaan itu terngiang - ngiang di dalam pikiran Sihan, bukan tatapan ganas lagi yang didapatkan oleh Eagan, tapi tatapan kecewa. "Sudah berapa banyak wanita yang kamu dapatkan?" tanya Sihan sendu. Aksara tidak paham apa yang dimaksud oleh wanita asing itu, "anda siapa? Kekasih Pak Eagan?" tanyanya dan Sihan menghampiri Aksar

