Mendengar ucapan Siska ibu tirinya sangat terkejut dan ia pun menyangkal semua perkataan siska.
“ Siska itu smua ga bener siska mama ga pernah menjelekkan mama kamu , mama selalu ingin kamu tetap baik kepada mama kamu “ Bela sang ibu tiri sambil menangis.
“ Gak usah munafik dna playing victim di depan gue, karna gue udah capek dengar smua omongan lu kalau ga ada gue di dekat papa. “ Ujar siska Semakin muak mendengar playing victim si ibu tiri.
“ Cukup siska ! Kalau kamu emang tidak mau kuliah silahkan kamu ambil jalan yang menurut kamu senang jangan lagi kamu melukai hati Istri ku “ Bentak papa Kepada Siska
“ Ohhh bahkan sekarang papa lebih bela iblis ini dari pada aku anak kandung papa ! Oke baik aku akan pergi dari sini ! “ Seru siska dan pergi meninggalkan papanya. Siska kembali ke kamar nya dan membawa koper nya.
“ Non mau kemana non ? “ Tanya bibi
“ Aku mau pergi aja bi dari sini aku mau ke Singapore bibi jaga diri baik-baik di sini tolong bantu jaga papa dan jangan biarkan iblis itu menjahati papa, terima kasih juga bibi sudah mau menjaga aku selama aku disini “ Ucap siska ke bibi
“ Sama sama non, Non jaga diri baik-baik di Singapore ya titip salam sama mama dan bibi akan bantu jaga papa di sini kok non “ Ucap bibi sambil mengelus bahu siska
“ Terima kasih bi aku pergi dulu ya bi “ pamit siska yang di anggukin bibi
Siska melewati ruang tamu tempat di mana papa dan mama tirinya duduk. Siska pun cuek ke mereka dan tak menganggap mereka ada.
“ Apa seperti ini cara kamu keluar dari rumah yang udah kamu tempati salama 2 tahun ini siska ? “Bentak sang papa
“ Ini Rumah aku jadi suka suka aku mau gimana ya pa ! “ Ucap siska mengungkit rumah tersebut. Ya memang benar rumah itu sudah atas nama siska dan tidak ada yang bisa mengganti namanya kecuali siska juga ikut menandatangani surat persetujuan pergantian nama. Beberapa kali sang ibu tiri meminta papa siska untuk mengganti nama siska dengan nama dirinya tapi papa siska tidak mau.
Siska pun pergi ke bandara di antar oleh pak supir. Di perjalanan siska membeli tiket secara online untuk terbang ke Singapore dan ia mendapat jadwal penerbangan 5 Jam lagi. Selama kurang lebih 1 jam perjalanan ia pun sampai di Bandara. Pak supir membukakan pintu dan membantu membawakan barang-barang siska.
“Silahkan Non” Ucap pak ujang. Sambil membukakan pintu mobil
“ Terima kasih pak “ Balas siska sambil keluar dari mobil
“ Non jaga diri baik-baik ya kalau non mau pulang ke Jakarta hubungi saya ya non biar saya jemput non “ Ucap pak ujang sedih.
“ iyah pak terima kasih saya titip papa saya ya pak kalau ada apa-apa hubungi saya dan tolong jangan biarkan iblis itu melakukan hal buruk ke papa saya” Ucap siska sambil memegang bahu pak ujang
“ Baik non saya akan ingat selalu pesan non “ Ucap pak ujang
“Terima kasih juga selama saya di sini pak ujang selalu siap sedia mengantarkan saya kemana pun saya mau” Ucap siska
“Sama sama non itu sudah menjadi tugas saya non “ Balas pak ujang
“Saya masuk dulu ya pak , pak ujang pulang saja hati hati di jalan” Ucap siska sambil melambaikan tangan
“Baik non hati hati juga ya “ balas Pak ujang sambil melambaikan tangan juga.
Setelah Siska masuk ke bandara pak ujang pun masuk ke mobil dan berangkat pulang ke Rumah.
Sembari menunggu jadwal check-in siska pun menghubungi mamanya dan mengatakan bahwa ia akan kembali ke Singapore saat itu juga. Siska sudah bisa menerima kehadiran papa tirinya tetapi ia tetap tidak mau tinggal satu rumah dengan papa tirinya dan ibunya.
“ Halo ma , hari ini siska balik ke Singapore ya ma siska udah di bandara ini “ Ucap siska
“ Halo nak kok tiba tiba banget ? “ Ucap mama siska yang kaget mendengar kabar dari siska
“ Ceritanya panjang ma nanti aku ceritain kalau udah di sana yah , oh iya mah aku tinggal di apartment daddy aja ya aku ga mau tinggal di rumah lagian aku kan udah gede jadi aku mau mandiri tinggal di apartment daddy aja “ Pinta siska ke mamanya
“ Hmm… sebenarnya mama sama daddy mau kamu tinggal di rumah bersama kami tapi kalau emang itu mau kamu mama ga maksa nak, kamu hati hati di jalan ya nanti supir jemput kamu , mama kabari ini ke daddy dulu “ Ucap mama siska.
“ Thanks ya ma ga maksa aku… ya udah ma terima kasih sampaikan salam ku ke daddy sampai jumpa nanti. “ Ucap siska ke mamanya
“Sama sama sayang ya sudah siska mama matikan telpon nya ya “ Balas mama siska
“Oke ma” Jawab siska sambil menutup telponnya.
Jadwal check-in masih ada satu jam lagi siska duduk di bangku tunggu ia pun memikirkan ia mau bekerja di Singapore dan ia akau bertemu dengan Jack. Ia belum mengabari Jack soal keberangkatannya ke Singapore. Setelah berjam-jam di bandara akhirnya jadwal penerbangan pun sudah di depan mata. Siska pun masuk ke pesawat dan bersiap untuk take-off menuju Singapore.
Selama kurang lebih 55 menit perjalanan akhirnya pesawat pun landing dengan selamat di Changi Airport Singapore. Setelah selesai proses di imigrasi ia pun mengambil koper di bagian bagasi dan keluar dari bandara. Ini adalah kali pertama Siska menginjakkan kaki di Singapore setelah dua tahun ia tinggal di Jakarta.
Ia di jemput oleh supir suruhan papa tirinya, ia di bawa ke rumah papa tirinya terlebih dahulu.
“ Helo siska tuan menyuruh saya untuk menjemput anda di sini “ Ucap sang supir sambil membuka pintu dan membawa koper milik siska.
“ Oh oke thank you “ Jawab siska lalu ia pun masuk ke dalam mobil .
“ Tuan menyuruh saya untuk membawa kamu ke rumah dahulu non “ ucap sang supir
“ Oke baik setelah itu saya mau langsung ke apartment saja “ Ucap siska.
Selama kurrang lebih 45 menit perjalanan akhirnya sampai lah mereka di rumah papa tiri Siska. Rumah mewah bernuansa klasik dan memiliki kolam renang didalamnya. Siska pun di sambut oleh para ART di rumah tersebut.
“ Selamat datang non siska silahkan masuk nyonya sudah menunggu non siska di dalam “ Ucap salah satu ART sambil memberikan sandal rumah kepada siska untuk di pakai di dalam. ( Rumah horang kaya gitu loh hehehe )
“ Baik terima kasih, untuk barang-barang saya jangan di bawa kedalam ya karna nanti saya mau pergi ke apartmen “ Ucap siska sambil memakai sandal yang di berikan ART itu.
Siska pun masuk kerumah dan menyapa mama nya dan ternyata ada juga papa tiri, santi dan mike Kakak tiri Siska.