Faizal merasa perasaannya tidak enak. Sejak ia turun dari mobilnya. Ia pun memasuki pelataran rumahnya sambil menarik koper kecil ditangannya. Sekilas ia menatap rumahnya yang tampak sepi, lebih sepi dari biasanya. Sejak kehadiran Luisa, rumah ini sedikit terlihat lebih hidup. Lebih hangat dari sebelum adanya gadis itu. Harusnya Luisa pulang bersamanya tapi gadis itu mati-matian menolak karena takut Faazil dan keluarganya akan berpikiran yang macam-macam. Padahal Faizal hanya ingin memastikan Luisa sampai dengan selamat kesini. Tapi sepertinya tidak akan mudah membuat keluarganya terutama Faazil percaya jika dirinya sudah menganggap Luisa seperti kakaknya sendiri. Walau perasaan itu masih ada, ia menyimpannya dalam-dalam. Sama sekali tidak ingin membuat semuanya semakin sulit. Ia mati-mat

