Happy Reading . . . *** Sambil menatap cermin besar tepat di hadapanku ini, aku menyentuh bekas luka-luka memar di tubuhku ini. Dengan kondisi tubuhku yang sedang polos tidak tertutup sehelai benang pun, aku menatap diriku yang sedang berdiri tepat di depan wastafel di dalam kamar mandi ini. Di sini, aku bisa melihat dengan sangat jelas banyaknya jumlah luka yang aku miliki. Dari kedua pergelangan tanganku yang menjadi bewarna biru dengan sedikit kehitaman akibat terlalu lama terikat rantai besi dan yang juga menjadi beban tumpuan tubuhku selama penyekapan kemarin, wajahku yang juga lebam dan aku merasa tidak ada yang benar dengan hidungku ini, dan masih banyak lagi luka memar yang aku miliki yang lebih banyak di daerah perutku. Karena seringnya pukulan yang aku dapati kemarin tertuj

