Part 25

1044 Kata

“Apa? Hera hilang!?” Dinar berteriak kaget. Baru saja dia berniat menjemput Hera, anak itu telah menghilang dari pengawasan Indah. “Kok bisa? Memang ada yang datang jemput, Mbak?” Masa ibunya? Kirana tak yakin. Kalau memang ibunya, tak mungkin Hera membawa-bawa surat yang bertuliskan pesan seakan anak itu telah dibuang. Indah menggeleng. Tak ada yang menjemput. Dia hanya lengah sedikit, mengalihkan perhatian dari Hera saat mengangkat telepon dan begitu ia menoleh, anak itu telah menghilang. “Udah kutanya sama satpam yang jaga di depan. Katanya nggak lihat ada anak kecil keluar dari rumah sakit.” Harusnya Hera masih ada di dalam gedung. Mungkin tak sabar menunggu Dinar menjemput, makanya pergi mencari sendiri. “Ya sudah, kita cari,” ujar Kirana. “Telepon kalau ketemu.” Dinar dan Ki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN