Dinar bolak-balik ke ruangan inap Seira, mengintip di depan pintu tak berani masuk. Sedangkan Kirana sengaja mengabaikan, seakan tak lihat sosok penguntit di belakangnya. Seira jadi kasihan, mau suruh masuk, takut Kirana marah. Tak dikasih masuk, ibu dan mertuanya menatap Dinar dengan aneh. Noura yang lebih dulu mengambil tindakan. Ia menghampiri Kirana. “Itu yang di pintu suamimu, kan? Kenapa nggak diajak masuk?” Beliau bertanya kenapa nggak terang-terangan saja kalau mau menjenguk. Kirana diam sebentar. Sadar bila sikapnya tak benar. Tak sopan mengganggu momen bahagia orang hanya karena dia tak siap menghadapi masalahnya sendiri. Ia bangkit berdiri, memutuskan untuk menghadapi Dinar. “Dinar hanya datang menjemput kok, Tante. Ini aku mau pulang. Besok datang lagi. Istirahat ya Seira,

