Subang, 04 September 1996 Ketika suara sayup azan bergema, memecah sepinya subuh hari. Kehidupan, baru saja dimulai. Seorang bayi laki-laki lemah, yang hanya bisa menangis karena takut menghadapi kehidupan, baru saja lahir dari rahim seorang wanita bernama Adibah Khanza Azzahra. Detik mengalir tak begitu lambat, sementara paraji membersihkan tubuh Khanza yang berlumuran darah. Sinar Abizar telah sibuk menggendong dan mengazani bayi laki-laki yang baru lahir tersebut. Bayi mungil itu putih dan bersih, Sinar tak kuasa menahan bibir yang terus melebar kesamping. Hati pria berkulit sawo matang itu berbunga-bunga merasa bahagia, ia tak percaya bahwa yang digendongnya sekarang tak lain adalah anaknya sendiri. Sinar meletakan wajahnya tepat di samping kanan putra sulungnya. Perlah

