Tiga bulan berlalu, bisnis yang dirintis Khanza di Kampung Cijangkar kini semakin lancar. Jadwal mengisi kajian Sinar pun semakin padat. Sedangkan Rizki, ia merasa senang seperti anak kecil pada umumnya, karena ia berada di lingkungan keluarga yang hangat. Walau Mak Afifah kerap menampakkan wajah masam pada Khanza, tetapi hal tersebut tak mengurangi rasa cinta Rizki pada sang nenek, ia tak peduli dan tidak mengetahui perlakuan Mak Afifah karena ia masih terlalu kecil untuk menanggapi sikap neneknya. Selepas waktu isya, rumah Mak Afifah kedatangan segerombolan orang. Abah Uji dan yang lain pun merasa heran. Siapa yang datang itu dan ada perlu apa? Setelah Sinar keluar dan menemui orang-orang tersebut. Ternyata, mereka adalah tamu dari Kampung Ciharunten yang hendak bersilaturah

