Kurangnya ilmu memasak oleh Khanza menjadi penghalang baginya untuk berbakti pada suami. Walau statusnya sudah menjadi istri, tetapi Khanza tak pandai memasak. Bahkan, ia memang tidak bisa memasak walau hanya menanak nasi. Namun, hal itu tidak membuat Sinar merasa bahwa Khanza adalah istri yang buruk. Dengan segenap kemampuan yanh dimiliki, Sinar kerap menutupi kekurangan Khanza dengan kelebihannya, begi pun sebaliknya. Kampung Ciharunten malam ini begitu dingin, suhu yang rendah tersebut membuat rasa lapar Khanza yang sejak tadi ditahan diketahui oleh Sinar. Perut Khanza tiba-tiba saja berbunyi. "Neng, lapar enggak?" tanya Sinar. "Iya, A," sahut Khanza. "Mau Aa masakin mi rebus?" "Boleh.... emangnya ada?" balas Khanza. "Ada, atuh, tinggal satu. Tadi Aa udah makan

