KCK 26

769 Kata

"Pembicaraan ini, sudah  diskusikan dan tentunya atas persetujuan Faridah juga," tutur Abah Jaelani.   Sinar tak percaya atas apa yang abru saja ia dengar, kali pertama dalam hidupnya dilamar seorang kiai besar untuk putrinya. Rasanya ingin ia menerima lamaran kiai tersebut, tetapi kiai yang ia harapkan adalah Abah Jaelani. Malam ini Sinar ngin menolak permintaan Abah Jaenudin, tetapi pemuda itu merasa bingung harus bagaimana cara mengungkapkan dan menyampaikan penolkan tersebut.   "Masya Allah, Bah. Sungguh, Sinar merasa sangat terhormat karena mendengar Abah bicara demikian. Tapi, mohon maaf, Bah. Sepertinya Sinar belum bisa jawab sekarang," ujar Sinar.   "Tidak apa-apa Sinar. Tidak usah terburu-buru, jangan ambil keputusan tergesa-gesa," ungkap Abah Jaenudin.   "Tiga h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN