Setelah menikah dan selama hidup di rumah mertua, Khanza sempar berpikir bahwa ia akan mendapatkan suasana keluarga yang lebih hangat dan menyenangkan dari pada kehidupannya dulu di Tasik. Namun, malangnya, Khanza justru merasa lebih tersiksa karena mempunyai mertua yang jauh lebih tak mengasihi dibanding Ibu Malika. Mak Afifah selalu bersikap manis dan baik pada Khanza ketika di hadapan Sinar. Tetapi, saat Sinar tak ada, Mak Afifah kembali menampakan sikap aslinya. Wanita itu seperti tak menyimpan belas kasihan pada menantu terakhirnya, ia sangat tega dan tidak dapat menjaga lisannya dengan baik. Hal itu kerap dialami oleh Khanza yang selalu terlihat salah ketika mengerjakan sesuatu. Mak Afifah sungguh tidak bisa memperlakukan menantu dengan baik. Keseharian Mak Afifah adalah du

