Sampai di rumah, Khanza meletakkan kitab dan bukunya di tempat yang seharusnya. Ia menemui Ibu Masito untuk melihat adik bungsunya yang bernama Siti Jubaedah. Sedangkan Faridah, sampai di rumah ia membanting pintu kamarnya dan mebuat Umi Fairuz terkejut. "Kenapa Idah teh, Bah?" tanta Umi Fairuz. Abah Jaenudin menggerakkan pundaknya ke atas. "Nggak tahu atuh, Mi. Coba wae atuh tanyakeun," ujar Abah Jaelani. "Abah wae atuh, Umi ker nyeseh. Nanti Umi nyusul ke kamar, sebenar lagi, kok," ungkap Umi Fairuz. Abah Jaenudin pun mendekati putri semata wayangnya. Ia membelai lembut rambut Faridah yang terbalut jilbab berwarna merah tua. "Neng, kunaon?" tanya Abah Jaenudin. "Bah, kalau ada santri yang pacaran di pesantren, Abah ngehukum atau ngeluarin mereka enggak?" bala

