Seminggu kemudian, seperti biasanya di pagi hari Khanza bersiap-siap untuk belajar di majelis. Gadis itu pun berangkat bersama Faridah. Dalam perjalanan menuju majelis, mereka bertemu dengan Ika, gadis asal Kuningan yang menyukai Sinar. "Assalamu'alaikum, Ukhty Khanza, Ukhty Faridah," ucap Ika. "Wa'alaikumussalam," sahut Khanza dan Faridah nyaris berbarengan. "Punteh, Ukh, abdi bade nitipkeun ieu." Gadis itu mengulurkan tangan dan terdapat secarik amplop putih yang digenggam. "Punten pisan, Ukh. Bisa kasih ke A Sinar enteu?" imbuhnya. Khanza mengambil amplop tersebut dan berkata, "Iya insya Allah nanti saya kasih ke A Sinar. Maaf, nggak bisa ngobrol lama-lama, Ukh. Saya harus ke majelis sekarang," ujarnya. Khanza dan Faridah pun kembali meneruskan perjalanannya. Faridah

