Garut, 1994 Tak di pungkiri lagi, setelah hampir setahun Sinar memberikan perhatian khusus pada Khanza. Akhirnya, anak ke dua dari pengasuh pesantren tersebut jatuh hati pada Sinar. Khanza menyadari bahwa dirinya mulai mengukai pemuda asal Subang itu ketika mulai memberikan perhatian yang lebih. Namun, gadis berkulit putih dengan sinar di wajahnya itu pun tak pernah mengatakan pada siapapun tentang perasaannya pada Sinar. Khanza memendam dan menyembunyikan perasaanya agar Faridah tidak membencinya, ia sangat paham betul bagaimana sikap adik sepupunya jika ada perempuan lain yang menyukai Sinar. Hari ini, Sinar memberanikan diri untuk menulis surat, mengungkapkan isi hatinya yang selama ini ia pendam dan mengirim surat tersebut pada gadis pujaannya, tak lain adalah Adibah Khanza

