Sebulan kemudian, Sinar tak sabar menunggu kedatangan pelanggannya. Bu Hj. Ade pun sudah beberapa kali mengingatkan Sinar untuk segera membayar uang pinjaman tersebut. Sudah lewat beberapa hari dari waktu yang dijanjikan, pelanggan Sinar belum juga datang ke rumah maupun pasar tempat biasa dirinya berjualan. Sinar berpikir bahwa pelanggannya itu belum berhasil menghabiskan semua dagangannya. Karena itulah ia pergi ke kampung asal pelanggannya dan berniat mendangi kediaman pelanggan tersebut. Sampai di tempat tujuan, Sinar hanya mendapat kabar bahwa pelanggannya pergi ke Jawa Tengah bersama keluarganya untuk waktu yang sangat lama. Bahkan, bangunan yang ada di hadapannya itu terdapar tulisan yang membuat hatinya teriris. "Rumah disita bank!" Ayah dari dua orang anak itu hanya

