Di tahun ke tiga setelah Sinar mengajar, Khanza sudah tidak termasuk lagi dalam kategori santri Ibtidaiah. Kini ia sudah lulus sekolah dasar dan mulai mempelajari kitab kuning. Tapi, Khanza tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Abah Jaelani melarangnya untuk sekolah, gadis itu hanya diperbolehkan menuntut ilmu di pesantren saja. Pagi ini, seperti biasanya, Khanza berangkat ke kajian di majelis pesanteen untuk mengkaji dan mempelajari kitab Al-Jurumiyah. Ketika ia dan Faridah sampai di halaman majelis, seorang santri putri yang juga akan mengaji dengannya datang mendekati anak ke dua Abah Jaelani tersebut. "Assalamu'alaikum, Teh Aya," ucap gadis tersebut. "Wa'alailumussalam, Pipit," sahut Khanza. "Iue, Teh, biasa. Bade nitip kangge A Sinar," ujar santri bernama Pi

