Pagi-pagi sekali, Aldo sudah rapih dengan setelan jas hitamnya. Wanita manapun yang melihat dirinya saat ini, pasti akan terpesona. Termasuk seorang wanita yang dari tadi asik memperhatikan Aldo yang sedang berkutat dengan dasinya. "Sini," Aldo mengerutkan dahinya bingung, "Aku?" tanyanya seraya menunjuk ke dirinya sendiri. Rara memutar bola matanya dengan malas, "Emang selain aku sama kamu, ada siapa lagi?" Aldo berjalan mendekati brankar wanitanya dengan dasi yang masih tidak terbentuk rapih. Sesampainya Aldo dihadapannya, Rara langsung memegang dasi pria itu. "Deketan lagi, aku-nya ngga nyampe." Aldo mendekatkan dirinya sesuai perintah dari wanita tercintanya. "Masang dasi aja ngga bisa. Katanya pengusaha muda, apa kata bawahannya kalo seorang CEO yang mereka banggakan ngga b

