Setelah kepergian Aldo dari kamar tersebut, kedua sahabatnya langsung membombardir Rara dengan pertanyaan yang bisa membuat Rara lelah menjawabnya. "Ra, kok bisa sih?" "Awas yaa, kalo sampe dia nyakitin lu. Langkahin dulu mayat gue." "Ih Ra, gue ngga percaya tau sama dia." Ingin rasanya Rara membekap mulut sahabatnya itu. Jika kalian menganggap yang mengatakan itu semua Chika, kalian salah besar. Itu celotehan dari Dika. Gender boleh laki-laki, tapi mulutnya seperti ibu-ibu yang sedang merumpi di tukang sayur. "Dik, bacot deh dari tadi." geram Chika sudah tidak tahan dengan mulut sahabatnya itu. Padahal dia yang perempuan, tapi lebih bawel Dika dari pada dirinya. "Yaelah Chik, maklum apa." dumel Dika yang langsung duduk disamping brankar. Sedangkan Rara hanya bisa menggelengkan ke

