Aldo tidak tidak memperdulikan lagi jika dirinya menabrak banyak orang. Yang dia perdulikan saat ini hanya satu, berada disamping wanitanya. "Gimana keadaan Rara Tante?" tanya Aldo setelah dirinya sampai didepan ruangan Rara. "Nak Aldo," Dita langsung memeluk Aldo. Untuk saat ini dirinya memang membutuhkan sandaran. Putrinya sedang berjuang di dalam bersama dengan calon cucunya. Aldo tidak merasa risih sedikit pun, baginya Dita sudah seperti mamahnya sendiri. Bagaimana pun juga, nantinya Dita yang akan menjadi ibu mertuanya. Itupun jika takdir mengizinkan. Setelah rasa sesaknya mereda, Dita melepaskan rengkuhan Aldo. "Dokter udah ngabarin sesuatu Tan?" "Tadi Dokter udah keluar, tapiii..." "Tapi kenapa Tan?" demi apapun, jantung Aldo sudah berdebar tidak karuan. Dia takut berita

