"HP aku mana?" tanya Rara setelah menyelesaikan sarapannya. Aldo menarik laci nakas dan mengambil ponsel wanitanya yang semalam dia simpan di sana. "Nih, mau ngapain?" "Mau ngabarin Mamah." Rara langsung mendial nomor mamahnya. Dia sangat yakin, jika mamahnya iti sedang kelimpungan mencari dirinya. "Halo--" [Sayang, kamu di mana? Hiks...Hiks...] Benar saja, suara disebrang sana menyayat hati Rara. "Mah, Mamah jangan nangis ya. Rara baik-baik aja kok." Rara berusaha mati-matian menahan tangisnya. Aldo terus mengusap punggung wanitanya, menenangkan seakan dirinya akan selalu ada untuk wanitanya. [Sayang, pulang ya.] "Iya Mah, nanti Rara pulang. Mamah jangan nangis ya." [Iya sayang, kamu udah makan?] Setidaknya Rara sudah bisa bernafas lega, mamahnya sudah tidak menangis la

