Merasa bagian perutnya berat, Rara terbangun dari tidurnya. Dan benar saja, pria yang ada disampingnya tengah memeluknya dari belakang. Dengan pelan, Rara menyingkirkan tangan pria itu. Setelah memastikan tangan itu lepas dari tubuhnya, Rara bangun dari tidurnya dan berjalan keluar kamar. Di atas sofa dia melihat Chika terlelap dalam tidurnya dan Dika yang tidur dengan bersender sofa yang Chika tiduri. Dia terharu melihat kedua sahabatnya yang bahkan rela menunggunya sampai pagi. “Dik, Dika.. Bangun,” ujar Rara seraya mengguncang tubuh Dika. Rara paham, sahabatnya yang satu itu susah untuk dibangunkan. “Dik, Dikaaaa.” bukannya bangun, Dika malah berpindah posisi dari yang tadinya dia bersender di sofa menjadi rebahan. “Berisik Ra,” gumam Chika yang merasa tidurmya terganggu. Tapi Ch

