Pagi ini ketika dirinya membuka mata, hal yang pertama dia liat adalah langit-langit kamar yang asing menurutnya. Begitupun bau khas ruangan ini, bau obat. Dan itu sungguh membuat dirinya mual. Rara melihat sekitar ruangannya, tidak ada siapapun. Ya dia paham, kedua sahabatnya menjalankan kewajiban mereka sebagai seorang pelajar. Tok...Tok...Tok... "Permisi, mau periksa tensi." "Iya Sus, silakan." Rara menyerahkan lengan sebelah kanannya guna diperiksa tensinya. "Tensinya sudah aman ya Ibu. Nanti sekitar jam 10 ada Dokter yang visit ke ruangan ini." ujar perawat yang memeriksa Rara seraya merapihkan peralatannya. Rara tidak menyadari sesuatu apa yang dilakukan perawat tersebut. "Baik Sus," Perawat itu pun izin pamit. Kesunyian mulai melanda dirinya. Terkadang dia iri, dengan o

