Rara sudah menunggu di lobby kurang lebih setengahm jam, tapi Dika belum sampai. Karena hari ini Dika lah yang berjanji untuk menjemputnya. Rara melirik jam di pergelangan tangannya, "Ishh, ngaret banget sih." sungut Rara seraya terus memerhatikan apakah ada tanda-tanda mobil Dika datang. Tidak lama kemudian, Rara keluar dari lobby ruang tunggu dan menghampiri mobilnya Dika yang sudah berhenti di depan lobby. Rara langsung masuk ke dalam mobil dengam raut muka betenya. "Cemberut aja itu muka." canda Dika. "Tau ah." Dika tahu, ini salahnya telat menjemput Rara. Dia semalam begadang menonton turnamen bola liga Inggris. Jadi akhirnya dia telat. "Sorry Ra." Rara tidak menjawab, dia hanya memandang luar jendela sepanjang perjalanan mereka. Dika menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba

